Asian Games 2018, Ajang Pembuktian Prestasi Anak Muda

Asian Games 2018, Ajang Pembuktian Prestasi Anak Muda
Sekretaris Jenderal Jaringan Pengembangan Pemuda dan Olahraga (Jarbangpora) Iwan Setiawan Arifin Manasa, Kamis (30/8). Foto: Dokpri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Asian Games 2018, yang akan berakhir Minggu (2/9), merupakan ajang otentik pembuktian prestasi anak-anak muda Indonesia. Faktanya, mayoritas dari 30 medali emas yang berhasil direbut oleh atlet-atlet Indonesia sampai Rabu (29/8) malam, dipersembahkan oleh anak muda. Mereka berusia di kisaran 17 tahun hingga maksimal 30 tahun.

“Hal itu semakin menegaskan kebenaran dari slogan: muda adalah kekuatan. Muda adalah usia emas untuk berprestasi,” ujar Sekretaris Jenderal Jaringan Pengembangan Pemuda dan Olahraga (Jarbangpora) Iwan Setiawan Arifin Manasa, Kamis (30/8).

Lebih dari itu, lanjutnya, gelaran Asian Games 2018 sekaligus telah memberikan sejumlah dampak positif bagi generasi muda.

Selain prestasi dan sportivitas, menurut Iwan, Asian Games 2018 terbukti mampu menjadi arena terbaik untuk meningkatkan jiwa patriotisme anak bangsa, sekaligus menguatkan rasa cinta Tanah Air. “Tanpa jiwa patriot dan rasa cinta Tanah Air, seorang atlet akan sulit untuk bisa berprestasi maksimal,” kata Iwan, tokoh muda asal Manggarai, yang juga Caleg DPR RI Dapil 1 NTT dari Partai Demokrat.

Iwan menambahkan, tidak ada yang memungkiri, Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang merupakan pesta olahraga terbesar se-Asia. Diikuti 45 negara dengan peserta lebih dari 16.000 atlet, Asian Games 2018 telah menjadi ajang multievent dengan peserta terbanyak dalam sejarah. Asian Games 2018 mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan 462 nomor lomba.

Selama 10 hari penyelenggaraan, Iwan mencatat, atlet-atlet Indonesia muda usia itu telah menyumbangkan prestasi yang membanggakan. Mereka tidak jengah, kendati harus berkompetisi dengan atlet-atlet manca negara yang lebih matang dan sarat pengalaman.

“Pebulutangkis Jonatan Christie yang baru berumur 21 tahun dan tidak masuk daftar unggulan, misalnya, mampu merebut medali emas tunggal putra. Hal itu tidak mungkin terjadi tanpa disiplin tinggi dalam berlatih, juga kerja keras yang dialasi oleh keinginan kuat untuk mengukir prestasi,” tegasnya.

Iwan berharap, prestasi emas yang ditorehkan anak-anak muda Indonesia di ajang Asian Games 2018 dapat menginspirasi anak-anak muda lain untuk berbuat yang sama dalam menggapai masa depan yang lebih baik.

Asian Games 2018, yang akan berakhir Minggu (2/9), merupakan ajang otentik pembuktian prestasi anak-anak muda Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News