JPNN.com

Asosiasi Chef Kerja Sama dengan TRC PLN Urus Dapur Umum di Daerah Bencana

Selasa, 28 Mei 2019 – 05:16 WIB Asosiasi Chef Kerja Sama dengan TRC PLN Urus Dapur Umum di Daerah Bencana - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Saat terjadi bencana alam, biasanya para relawan berdatangan untuk membantu proses evakuasi korban. Para relawan juga membantu upaya pemulihan sarana dan infrastruktur di daerah tersebut.

Lazimnya manusia biasa, para relawan membutuhkan asupan makanan. Dan di daerah bencana, para relawan membutuhkan asupan gizi sangat baik, karena pekerjaan mereka sangat berat dan kerap kali melampaui beban kerja di masa normal.

“Di daerah terdampak bencana, para relawan kerap kali bekerja tak kenal lelah dan tak ingat waktu. Pada titik itu mereka rentan mengalami kelelahan berat. Untuk menghindari agar kelelahan itu tidak berubah menjadi sakit, mereka membutuhkan asupan gizi yang seimbang selain tentunya istirahat yang cukup,” ujar Shanty Dewi Nurhayani, anggota Indonesian Chef Association (ICA) di Jakarta, Senin (27/5).

Meski asupan gizi dari makanan sangat penting bagi para relawan, tapi Dewi, sapaannya memaparkan, kerap kali justru aspek tersebut terabaikan. Ketika berada di daerah bencana, memang makanan yang tersedia untuk relawan kondisinya ala kadarnya, yang penting ada.

BACA JUGA: Ghea Indrawari Tampil Berhijab, Cantik

Ini yang kurang baik karena bisa berdampak pada kesehatan para relawan maupun masyarakat korban bencana yang sangat memerlukan makanan bergizi.

Untuk itu ICA, yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata, anggotanya kerap terjun ke lokasi bencana alam untuk membantu organisasi. Baik pemerintah, sosial maupun swasta untuk mengelola dapur umum yang digelar berbagai institusi tersebut.

“Kami memberikan saran panduan menu yang cocok untuk daerah tersebut sesuai selera lokal dengan kandungan gizi baik. Cara pengolahan dan peralatan yang diperlukan untuk memasak dalam jumlah besar hingga ke manajemen higienitas dapur umum, agar kebersihan dan kesehatan selalu terjaga dari bahan baku hingga makanan jadi,” tuturnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...