Asosiasi Ibu Menyusui Tuntut Pemerintah Jamin Galon Air Minum BPA Free

Asosiasi Ibu Menyusui Tuntut Pemerintah Jamin Galon Air Minum BPA Free
Ilustrasi kemasan galon air isi ulang. Foto: dok pri

Nia mengatakan, BPA adalah senyawa bahan kini yang dipergunakan dalam kemasan plastik polikarbonat untuk mencegah plastik agar tetap keras dan tidak mudah hancur. BPA juga dipakai untuk melapisi bagian kemasan dari makanan kalengan.

BPA dulunya banyak dipergunakan sebagai bahan pembuat botol bayi, gelas plastik, peralatan makan, hingga lapisan besar kaleng.

Pemanasan berulang dari plastik polikarbonat dapat menyebabkan larutnya BPA ke dalam pangan. Bayi yang diberi makan secara artifisial dapat menelan BPA dosis ganda, mulai botol susu & dari lapisan timah kaleng susu ke dalam susu bubuk yang dikonsumsi anak.

“BPA ini seperti polusi, tetapi tidak terlihat dan berasa. Imbasnya akan dirasakan dalam jangka Panjang,” ujarnya.

BPA mengganggu kerja endokrin dan meniru estrogen. Sebuah laporan tahun 2008 oleh Program Toksikologi Nasional AS menyatakan keprihatinan atas efek pada otak, perilaku dan kelenjar prostat pada janin, bayi & anak-anak pada paparan manusia saat ini terhadap BPA (melalui plasenta, ASI, pemberian susu botol dan pemberian makanan dan minuman yang terkontaminasi).

BPA bisa menunjukkan sifat seperti hormon dan bisa hadir dimana-mana pada lingkungan kita karena penggunaannya yang luas. Contoh penggunaan yang lazim adalah kemasan air galon. Bayangkan air galon ini melalui rantai pengiriman yang panjang dan jika di jalan cuaca panas, maka kandungan BPA bisa 'larut' dalam air yang kita konsumsi.

Sehubungan itu, Nia meminta pemerintah mendukung BPOM dalam agenda pelabelan BPA kepada galon guna ulang di tanah air. Ia mengakui, saat sekarang ada pro kontra, di mana terdapat pihak yang mendukung maupun menolak pelabelan BPA Free.

Seperti dilakukan Kementerian Perindustrian hingga Aspadin yang beralasan, pelabelan BPA akan membawa dampak negative terhadap pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia.

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) meminta pemerintah hadir melindungi kepentingan warganya kaitan rencana pelabelan bahaya migrasi Bisfenol-A (BPA).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News