Asosiasi Islam Xinjiang Ungkap Indahnya Kehidupan Beragama di Daerah Muslim Uighur

Asosiasi Islam Xinjiang Ungkap Indahnya Kehidupan Beragama di Daerah Muslim Uighur
Pelajar dari etnis Uighur mempelajari Alquran dan Hadis di Institut Islam Xinjiang, Kamis (03/01/2019). Lembaga tersebut difasilitasi pemerintah Tiongkok untuk mencetak para imam yang bebas dari pengaruh radikalisme dan ektremisme. Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie

jpnn.com, URUMQI - Asosiasi Islam Xinjiang, Tiongkok, mendesak Amerika Serikat segera menghentikan politisasi isu-isu agama karena tidak sesuai fakta di lapangan.

Asosiasi bersikeras bahwa pemerintah setempat menjamin kebebasan beribadah di daerah otonomi yang mayoritas penduduknya beretnis Uighur itu.

Pernyataan tersebut tercantum pada bagian akhir laporan Asosiasi Islam Xinjiang yang dirilis pada Selasa (3/11).

Laporan ini dirilis untuk menanggapi tuduhan-tuduhan AS atas kebebasan beragama di daerah paling barat daratan Tiongkok itu.

Laporan mirip dengan buku putih tersebut terdiri dari empat bab yang mencakup kebebasan memeluk agama dijamin penuh oleh negara, aktivitas keagamaan berjalan dengan tertib, pencegahan ekstremisme berkedok agama, dan meningkatnya kerja sama asosiasi tersebut dengan organisasi Islam di dunia.

"Puasa, pernikahan, permakaman, dan ritual ibadah lainnya sangat dihormati di Xinjiang. Restoran dan kantin makanan halal mudah dijumpai di kantor pemerintahan, instansi pelayanan publik, kantor swasta, dan sekolahan," demikian sebagian isi laporan tersebut.

Selama bulan suci Ramadhan tahun ini yang bersamaan dengan merebaknya COVID-19, pemerintah telah mengirimkan beberapa staf ke masjid-masjid untuk mengukur suhu tubuh anggota jamaah, membagikan masker, obat-obatan, disinfektan, teh, kopi, buah-buahan untuk sajian takjil.

Asosiasi juga telah melakukan publikasi terjemahan kitab suci Alquran dan hadis-hadis shahih Bukhari-Muslim dalam bahasa Mandarin, Uighur, Kazakh, dan Kirgiz.

Asosiasi Islam Xinjiang membantah berbagai tudingan mengenai pelanggaran kebebasan beragama oleh Tiongkok di wilayah muslim Uighur

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News