Minggu, 21 Oktober 2018 – 23:33 WIB

Atasi Bentrok, Polisi Hanya Fokus TKP

Sabtu, 02 Oktober 2010 – 17:26 WIB
Atasi Bentrok, Polisi Hanya Fokus TKP - JPNN.COM

JAKARTA – Kritik terhadap jajaran kepolisian dalam menangani serangkain kasus kekerasan bersenjata, terus mengalir. Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Amal Tomagola mengatakan, kepolisian selalu nampak lambat menyelesaikan konflik missal, lantaran polisi hanya menggunakan pendekatan yang fokus ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) saja.

Mestinya, lanjut pria kelahiran Halmahera Utara itu, polisi juga menggunakan perspektif jangka panjang, menurut ancaman kekerasan yang mungkin terjadi. Sehingga bisa lebih cepat mengatasi konflik.

Tamrin memberi contoh dalam kasus bentrokan antardua kelompok pemuda di Jalan Ampera, Jakarta Selatan. Polisi, lanjutnya, hanya fokus untuk mengamankan persidangan saja. Padahal sudah jelas, potensi bentrokan itu ada, lantaran ada kejadian bentrokan yang bisa mendahuluinya, yakni April 2010 di Blowfish. “Mestinya sejak saat itu mereka diikuti, kalau bawa senjata, langsung dirampas,” ujar Tamrin Amal Tomagola dalam diskusi bertema “Republik Konflik” di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (2/10).

Dia mengingatkan polisi agar bisa memahami bahwa sebuah persoalan konflik, sudah pasti ada akar penyebabnya. Baik itu dalam kasus Tarakan, ataupun tragedy Ampera. Dikatakan, kejadian bentrokan di dua tempat itu, sebenarnya sudah bisa diantisipasi.

“Sudah ada jerami, yang siap terbakar. Pemicu bentrok hanya geretan saja. Tangan bukan sebab utama. Saat menyenggol gelas yang sudah berisi air, maka airnya akan tumpah. Tapi jika gelasnya tidak berisi air, ya tidak akan tumpah,” ujarnya memberikan ilustrasi. (sam/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar