Atasi Krisis Air Bersih, BP Batam akan Bangun IPAL

Atasi Krisis Air Bersih, BP Batam akan Bangun IPAL
Ilustrasi. Foto: Batampos/jpg

Bahkan air limbah yang diolah diharapkan bisa kembali dikonsumsi, tentunya dengan pemrosesan kembali. Dengan memasukan air limbah yang telah diolah jadi air bersih dan memasukan ke waduk.

"Untuk air minum harus diproses kembali dengan cara dimasukan ke dalam waduk dan diolah jadi air baku oleh ATB. Syaratnya air yang diolah itu tidak beracun dan tercemar," jelasnya.

Untuk konsultan hingga pembangunan dilakukan langsung oleh pihak Korea. Dimana pembangunan tahap awal dilakukan di kawasan Batamcenter yang membutuhkan 114 kilometer pipa. Dan memutuskan 11 ribu sabungan rumah warga untuk proses ini.

"Kami mulai prosesnya bulan April ini dan diharapkan bisa selesai 30 bulan kemudian atau September 2019. Proyek ini akan membuat 114 kilometer jaringan pipa dan membongkar 11 ribu sambungan ke rumah warga," terang Robert.

Kenapa pembangunan dan Konsultan dari Korea?, menurut Robet itu merupakan kesepakatan karena bantuan tersebut merupakan dari Korea. Dimana Korea memberi pinjaman lunak 43 Juta US Dollar atau Rp 387.712.253.500.

Pinjaman itu bisa dibayar dalam jangka 30 tahun dengan bunga hanya satu persen. Namun untuk komponen yang digunakan 60 persen dari Indonesia dan 40 persennya lagi merupakan produk Korea.

"Sistem pembayaraanya "soft loan", pemerintah akan membayar secara berangsur selama 30 tahun. Yang bayar Pemerintah pusat dengan kami (BP) Batam. Mungkin kedepannya kita juga akan minta bantuan pemerintah Provinsi dan Daerah. Karena ini untuk masyarakat dan Batam juga," imbuh Robert.

Menurut dia, teknologi dari Korea itu sudah teruji dibeberapa daerah di Indonesia seperti Bekasi dan rencananya DKI juga akan menyusul. Keunggulan teknologi tersebut juga tidak memakan banyak tempat, selama pengolahan juga tidak menimbulkan bau hingga lebih hemat biaya, dibandingkan teknologi IPAL sebelumnya.

Badan Pengusahaan (BP) Batam mendapat dukungan dari Pemerintah Korea Selatan melalui dana pinjaman sebesar 43 juta dolar Amerika untuk membangun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News