Atlet Muda Potensial Indonesia Bersinar di Asian Games 2018

Atlet Muda Potensial Indonesia Bersinar di Asian Games 2018
Peraih perak estafet 4 x 100m putra Asian Games 2018 (kiri ke kanan) Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, Lalu Muhammad Zohri dan Fadlin. Foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia boleh berharap punya banyak tumpuan prestasi di multievent olahraga seperti SEA Games Filipina 2019, Olimpiade Tokyo 2020, SEA Games Vietnam 2021 dan Asian Games Hangzhou 2022.

Banyak atlet Merah Putih yang bersinar di Asian Games 2018 adalah atlet muda potensial. Sebut saja dari bulu tangkis ada Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Khusus di bulu tangkis, Indonesia terus menjaga gap agar regenerasi tetap bisa diamankan. Salah satunya di nomor ganda putra. Pada Asian Games 2018, Indonesia mampu mengirim dua ganda di laga final. Marcus/Kevin dan Fajar/Rian menjadi tumpuan besar PP PBSI untuk bisa berbicara banyak di pentas Olimpiade 2020.

Pengumpulan poin menuju Olimpiade 2020, bakal berlangsung awal tahun depan. Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra pelatnas cukup percaya diri dengan komposisi pemain yang dia miliki. “Hasil Asian Games ini jadi salah satu parameter kami, harapannya, di BWF Tour mereka bisa tetap konsisten,” ujar pelatih yang dijuluki Naga Api tersebut.

Setelah menuai kesuksesan di Asian Games 2014, timnas panjat tebing tak lantas berleha-leha. Mereka kini menatap Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Meski, hanya nomor combined saja yang dipertandingkan. Sedangkan, dua nomor andalan Indonesia seperti nomor speed individu dan speed relay tidak dilombakan.

Pelatih speed panjat tebing Indonesia Hendra Basir menyayangkan hal itu. Meski begitu, pelatnas tetap berjalan sesuai program. "Karena program kami selama pelatnas tujuannya adalah olipmpiade. Kebetulan saja di depan mata ada Asian Games," ucapnya saat dihungi Jawa Pos.

Untuk mempertahankan performa Aries Susanti, Puji Lestari, Aspar Jaelolo dkk, tim pelatih sudah menyiapkan agenda tur kejuaraan dunia. "Setelah Asian Games masih ada tujuh turnamen dunia yang akan diikuti anak-anak hingga akhir tahun," terang Hendra.

Dengan rutin berkompetisi, lanjut dia, otomatis akan mental bertanding atlet akan terus terjaga. Sekaligus, mengetahui perkembangan dan persaingan pemanjat elit dunia. "Rusia dan Tiongkok, mereka terus berkompetisi. Tidak heran jika mereka selalu podium di Asia maupun Olimpiade," terangnya.

Tantangan untuk atlet menunggu tak henti, SEA Games Filipina 2019, Olimpiade Tokyo 2020, SEA Games Vietnam 2021 dan Asian Games Hangzhou 2022.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News