Awasi Botol Susu Balita

Awasi Botol Susu Balita
Awasi Botol Susu Balita
Partikel-partikel BPA dapat terlepas dari produk dan tertelan manusia, terutama melalui makanan. Studi menunjukkan bahwa Bisphenol A dapat larut dalam air panas. Meski tanpa sumber panas pun, sejumlah lapisan plastik pada kemasan makanan yang mengandung BPA dapat mencemari  makanan dan mengganggu sistem hormon manusia.

Sejumlah studi bahkan menemukan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes. Juga dampak negatif terhadap seksualitas serta berujung pada cacat tubuh pada janin.

Uni Eropa memutuskan melarang kandungan BPA pada botol bayi sejak 2011. Untuk produk lainnya, Komisi Uni Eropa hanya memberi ambang batas konsentrasi BPA yang dapat diterima. Sementara Perancis berencana melarang penggunaan zat ini pada semua kemasan makanan mulai tahun 2015.

Upaya yang paling radikal kini datang dari Swedia. Menteri Lingkungan Lena Ek bakal melarang total zat kimia tersebut. Dengan melakukan hal ini, terbuka pintu bagi permintaan serupa yang datang dari asosiasi-asosiasi lingkungan. (Esy/jpnn)

SWEDIA--Anda punya anak balita? berhati-hatilah menggunakan botol susu. Pasalnya, zat kimia Bisphenol A (BPA) yang umumnya digunakan pada botol bayi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News