Senin, 23 Juli 2018 – 20:55 WIB

Ayah Didakwa 79 Pelanggaran Seksual Anak

Selasa, 17 April 2018 – 18:00 WIB
Ayah Didakwa 79 Pelanggaran Seksual Anak - JPNN.COM

Seorang pria berusia 45 tahun yang dituduh menyiksa sejumlah anak selama berlangsungnya pesta seks dari kelompok yang suka bertukar pasangan (Swinging) di Perth, Australia Barat telah dikenakan dakwaan melakukan 79 pelanggaran terhadap lima anak, termasuk dua anak perempuan dan dua anak tiri.

Pria itu awalnya didakwa bulan lalu setelah dilakukan penyelidikan seks yang melibatkan anak-anak oleh kepolisian Australia Barat (WA), yang memperoleh rekaman yang diduga menunjukkan seorang gadis berusia delapan tahun yang disiksa oleh ibunya, ayah tiri dan seorang pria teman pasangan itu.

Polisi sekarang menuduh antara tahun 2001 dan 2006, pria itu secara seksual menyerang kedua putrinya, yang keduanya berusia empat tahun pada saat dugaan pelanggaran pertama terjadi.

Dia menghadapi empat dakwaan sehubungan dengan tuduhan itu - dua tuduhan melakukan hubungan seksual dengan seorang anak dan dua tuduhan melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap seorang anak di bawah 13 tahun.

"Ini akan dituduhkan lebih lanjut antara 2011 dan 2015, pria berusia 45 tahun itu telah secara seksual menyerang anak perempuan tirinya dan anak laki-laki tirinya yang berusia antara lima dan enam tahun pada saat pelanggaran pertama terjadi," kata juru bicara kepolisian Australia Barat (WA).

"Dia telah dituduh melakukan 65 pelanggaran yang berkaitan dengan anak-anak tirinya."

Tuduhan itu meliputi 41 tindakan perlakuan tidak senonoh terhadap seorang anak, 14 tindakan penetrasi seksual terhadap seorang anak, empat tuduhan membius korban dengan tujuan untuk melakukan pelanggaran yang bisa dituduhkan dan tiga tindakan mendorong perilaku seksual anak.

Pria itu selanjutnya diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis berusia 14 tahun pada tahun 2011.

Orang kedua yang sebelumnya telah didakwa oleh detektif dari satuan khusus Mirzam juga telah dituduh melakukan 22 pelanggaran tambahan.

"Ini akan dituduhkan lebih lanjut antara 2011 dan 2015, seorang pria 56 tahun telah secara seksual menyerang seorang anak laki-laki dan anak perempuan yang berusia lima dan enam tahun pada saat pelanggaran pertama terjadi," kata juru bicara polisi.

Pelanggaran termasuk 15 tindakan perlakuan tidak senonoh terhadap seorang anak di bawah 13 tahun, lima tindakan penetrasi seksual seorang anak di bawah 13 tahun, satu tindakan perbuatan seksual yang terus-menerus dan satu tindakan membius korban untuk melakukan pelanggaran yang dapat dituduhkan.

Ibu tetap dipenjarakan

Seorang wanita yang dituduh melakukan lebih dari 90 pelanggaran seksual terhadap anak-anak sebagai bagian dari penyelidikan polisi telah ditahan dan akan tetap berada di tahanan setelah tampil di pengadilan lebih dari seminggu yang lalu.

Dia dituduh membius dan melakukan pelecehan seksual terhadap putrinya, putranya, dan seorang gadis berusia 14 tahun.

Polisi menuduh setidaknya beberapa dari pelecehan seksual itu terjadi selama berlangsungnya pesta seks kelompok yang saling bertukar pasangan yang diselenggarakan untuk memungkinkan kegiatan seks berkelompok di Perth.

Detektif telah memeriksa sejumlah perangkat komputer, laptop, thumb drive dan ponsel yang disita dalam penggerebekan di enam properti di Perth dan satu di wilayah Pilbara akhir bulan lalu.

Senjata api, amunisi, narkoba dan peralatan narkoba juga turut disita.

Polisi mengatakan bulan lalu mereka menyelidiki dugaan gadis berusia delapan tahun dan setidaknya dua korban lainnya diberi methylamphetamine atau kanabis pada saat itu atau tepat sebelum pelecehan seksual dilakukan.

Divisi Kejahatan Seks Superintenden Sharon Leonhardt mengatakan sementara penyelidikan berlangsung polisi terus meminta bantuan informasi dari publik.

"Secara khusus, kami percaya ada orang-orang yang terlibat dalam kegiatan seksual terorganisir yang mungkin telah mendengar tentang atau bahkan tanpa sadar terkena kegiatan anak-anak ini," katanya.

"Perbuatan seks saling suka, seks berkelompok antara orang dewasa yang saling menyetujui bukanlah kejahatan dan ini adalah soal bagaimana melindungi warga yang paling rentan di masyarakat, jadi saya akan mengatakan mereka dapat memberi kami informasi ini secara anonim, mereka dapat menelepon polisi."

Kedua orang itu dijadwalkan tiba di pengadilan Magistrasi Perth pada Rabu (18/4/2018).

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar