Ayam Formalin Beredar di Bogor

Ayam Formalin Beredar di Bogor
Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto

"Saya sudah instruksikan Kadisperindag untuk melakukan stabilisasi harga bahan pokok dan mengawasi kualitas makanan di Kota Bogor," tukasnya.

Di lain tempat, salah seorang pedagang usus ayam di salah satu pasar tradisional di Kota Bogor yang namanya enggan dikorankan, mengungkapkan proses penyampuran usus ayam dengan formalin.

Kata dia, awalnya usus ayam yang dibelinya dari rumah potong hewan, dibersihkan, lalu direbus. Setelah itu, usus ayam dimasukkan ke dalam bak air yang sudah dicampur formalin.

Usus ayam direndam selama 24 jam dalam cairan formalin itu.

Setelah proses pencampuran dengan formalin selesai, usus ayam lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan disimpan di lemari pendingin.

Hari berikutnya, usus ayam yang dicampur formalin itu telah siap untuk dipasarkan. "Prosesnya tidak terlalu ribet, dan terbilang cepat," ucapnya.

Meski demikian, dirinya enggan menyebutkan berapa usus tersebut dijual. (tik/cr7/c/jpnn)

 


BOGOR – Modus pengawetan dengan menggunakan bahan formalin dan zat pewarna tekstil diduga marak terjadi di saat Ramadan. Dalam sidak petugas


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News