Ba'asyir Dukung Perampokan Masih Sebatas Pengakuan

Ba'asyir Dukung Perampokan Masih Sebatas Pengakuan
Ba'asyir Dukung Perampokan Masih Sebatas Pengakuan
Selain itu polri juga mengaitkan Ba’asyir dengan kelompok yang disebut merampok Bank CIMB Niaga Medan dan menyerbu Polsek Hamparan Perak itu, dari dugaan keterlibatannya dalam pelatihan militer di Aceh. Dimana polisi telah menyebut kelompok Medan ini berkaitan dengan jarningan Aceh karena sebagian anggotanya, menurut polisi, mengaku mengikuti pelatihan itu.

"Ba’asyir yang jelas pasti (terlibat) kasus pelatihan di Aceh. Itu jelas. Kenapa? Karena di situ ada pertanggung awaban keuangan yang diserahkan Baasyir. Dulu pernah saya sampaikan ini kan digunakan untuk pelatihan itu,’’ tegas Iskandar.

Namun, Polri mengaku masih menunggu kelengkapan pemeriksaan para tersangka Medan untuk memastikan keterlibatan Ba’asir secara menyeluruh. ‘’Mungkin dua tiga bulan lagi selesai (berkas Ba’asyir). Jadi nanti keterangan orang-orang yang ditangkap di Medan itu akan kita masukkan juga dalam berkas ini. Supaya menjadi bulat,’’ imbuhnya.

Sebagai gambaran, saat ini Ba’asyir telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus terorisme. Sejak bulan Ramadhan lalu, Ba’asyir telah ditahan di Ruang Tahanan, Bareskrim Mabes Polri sambil merampungkan pemeriksaan. Terkait tuduhan polisi ini, Hasyim Abdullah, kerabat yang juga asisten pribadi Ba’asyir, menyesalkan tuduhan polisi itu. Dijelaskan, jikapun pernah ke Medan, itu dalam rangka tabligh akbar, bukan untuk memotivasi melakukan aksi kekerasan.

JAKARTA -- Meskipun belum mengantongi bukti kuat, Mabes Polri tetap menuduh Ust Abu Bakar Ba’asyir memotivasi kelompok bersenjata Medan untuk

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News