Babi Dilarung ke Laut, Langsung Hujan Disertai Petir Menggelegar

Babi Dilarung ke Laut, Langsung Hujan Disertai Petir Menggelegar
Tetua Adat Desa Penyambaan disaksikan aparat desa dan pemerintah melakukan ritual mengusir iblis yang diyakini mengganggu proses evakuasi. Foto: Ena/Kalteng Pos/JPNN

Menurut Lacon, dulunya tempat itu banyak orang-orang yang meninggal akibat peperangan. Dan banyak mayat yang berjatuhan dilaut karena kalah dalam peperangan.

Selain itu, di daerah itu konon dulu juga ada sebuah kerajaan.

Lacon meyakini, para penunggu itulah yang menggangu proses evakuasi dan pencarian korban selama dua pekan terakhir.

"Kita lihat di tayangan di televisi atau surat kabar, sering para penyelam kesulitan karena keadaan gelap. Dan tiba tiba cuaca berubah. Kami yakin itu ulah iblis yang mengitari tempat jatuhnya pesawat. Kami berharap dengan ritual ini bisa ada titik terang dan ditemukannya lagi korban yang lain. Saya juga berharap kepada keluarga korban selalu berdoa supaya proses pencarian ini cepat selesai dan membuahkan hasil,” ujarnya.(ena/nto)

 


PANGKALAN BUN – Upaya pencarian dan evakuasi korban dan badan pesawat AirAsia QZ8501  dilakukan oleh berbagai elemen, mulai lembaga pemerintah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News