Babi Gadis

Oleh: Dahlan Iskan

Babi Gadis
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Mestinya begitu. Setidaknya begitulah harapan saya.

Editing itu dilakukan di peternakan babi, oleh perusahaan yang akan memproduksi jantung babi-editan. Anda bisa memesan jantung itu kelak. Setelah resmi diizinkan.

Kini belum diizinkan. Ganti jantung babi itu masih menggunakan izin ''welas asih'' dari BPOM-nya Amerika, FDA. Bukan ''izin darurat'' seperti penggunaan vaksin.

Jangan-jangan BPOM juga bisa punya jenis ''izin welas asih' seperti itu untuk VakNus. Atau tidak –karena VakNus untuk masyarakat luas.

David masih harus menunggu sekitar satu bulan lagi untuk dianggap benar-benar sukses.

Ancaman yang masih mungkin terjadi bukan lagi rejection. Tapi infeksi. Konsentrasi dokter untuk David sudah pindah ke ''jangan sampai kena infeksi''.

Saya pun ingat. Dokter yang melakukan transplantasi hati saya pernah mengatakan: operasinya sendiri boleh dibilang 99,99 persen akan sukses. Kuncinya setelah operasi itu: infeksi.

Namun, transplantasi jantung babi ke manusia tentu beda. Belum pernah terjadi –kecuali yang di Assam, India itu.

David tahu risiko menjadi yang pertama itu. Ia, ketika memutuskan ok, mengatakan begini: "Meski ini seperti menembak dalam gelap, siapa tahu kena". (*)

Prof Griffith-lah yang melakukan transplantasi jantung babi ke manusia 7 Januari lalu. Ber-partner dengan Profesor Mohammad Mohiuddin asal Pakistan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News