Babi Gadis

Oleh: Dahlan Iskan

Babi Gadis
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Sudah betul. Memang harus begitu.

Kemarin, David sudah mulai bisa bicara –meski baru berbisik. Sebagian alat bantu sudah dilepas. Akan tetapi untuk bisa lepas semuanya masih perlu waktu dua-tiga minggu lagi.

Yang jelas jantung babi itu sudah bisa sinkron dengan tubuh David. Sudah berfungsi dengan baik. Sangat baik. "Memuaskan," kata Prof Griffith.

Berarti editing jantung babi berumur 1 tahun itu berhasil. Ada enam unsur gen manusia yang dimasukkan ke dalam jantung babi itu. Lalu ada empat unsur gen babi yang dibuang. Jantung babi yang sudah di-edit itu ternyata begitu cocok dipakai manusia.

Saya mulai berpikir: karena sebagian unsur babinya sudah dibuang, apakah itu masih bisa disebut jantung babi –kabuuuur.

Saya belum mendapat kepastian: apakah editing itu sekalian untuk mengatasi aspek rejection. Literatur kedokteran menyebut: semua barang dari luar tubuh dianggap benda asing yang harus ditolak oleh tubuh. Termasuk slilit gigi, tlusup, jantung babi David, dan hati orang Tiongkok yang sedang saya pakai sekarang ini.

Maka orang yang menjalani transplantasi harus menurunkan imunitas –dengan cara minum obat imonosupression setiap hari.

Jangan-jangan editing jantung babi di Amerika tersebut sudah sekalian mengatasi rejection itu –tanpa harus minum obat lagi seperti saya.

Prof Griffith-lah yang melakukan transplantasi jantung babi ke manusia 7 Januari lalu. Ber-partner dengan Profesor Mohammad Mohiuddin asal Pakistan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News