Badan Ketahanan Pangan Kementan Bangun 3.818 Lumbung Pangan

Badan Ketahanan Pangan Kementan Bangun 3.818 Lumbung Pangan
Lumbung pangan. Foto: Humas Badan Ketahanan Pangan Kementan

Selanjutnya, telah difasilitasi pengisian cadangan pangan melalui dana APBN sebanyak 3.296 kelompok, yang berhasil masuk tahap kemandirian sebanyak 1.662 kelompok. Pada tahun 2019, jumlah tersebut akan bertambah sebanyak 443 unit lumbung dengan fasilitasi berupa bantuan pemerintah untuk pengisian stok lumbung pangan masyarakat.

Salah satu kelompok lumbung pangan yang berhasil mengembangkan cadangan pangan kelompok yakni LPM Pusaka Mukti di Desa Imbanagara Kabupaten Ciamis.

Menurut Ketua Kelompok, Mukti Maman, pada awal pembentukan (2014) anggotanya hanya 30 orang mayoritas adalah petani, kini terus bertambah dan pada Maret 2018 mencapai 120 orang.

Menurut Maman, Jumlah ini terus bertambah, sehingga semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaat lumbung pangan misal pada masa paceklik.

“Lumbung ini kan dibuat untuk kemanfaatan bersama. Jadi kami berupaya agar sebanyak mungkin warga desa bisa mendapat manfaat. Misal untuk memenuhi kebutuhan pangan saat paceklik," ucap Maman.

Sebagai kelanjutan program pengembangan LPM, selain mendapat bantuan pembangunan fisik lumbung, ditahun 2015 menurut Maman kelompoknya mendapat bantuan dana untuk pengisian cadangan pangan sebesar Rp. 20 juta. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membeli stok cadangan pangan sebesar 4 ton gabah.

Selain menjalankan rutinitas pengelolaan cadangan pangan, Maman mengungkapkan bahwa kelompoknya juga melakukan aktivitas simpan pinjam bagi anggota.

Simpanan ini dipergunakan untuk membantu hal-hal yang bersifat sosial bagi anggota. Anggota dapat meminjam sampai 1 kwintal gabah dengan penambahan pengembalian sukarela.

Badan Ketahanan Pangan membangun lumbung pangan, difungsikan sebagai tempat penyimpanan untuk menjaga stabitas pasokan pangan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News