Senin, 20 Mei 2019 – 03:27 WIB

Badminton Asia Championships: Bukan Ajang yang Ramah Buat Indonesia

Selasa, 23 April 2019 – 11:56 WIB
Badminton Asia Championships: Bukan Ajang yang Ramah Buat Indonesia - JPNN.COM

jpnn.com, WUHAN - Badminton Asia Championships 2019 mulai digelar di Wuhan Sports Center Wuhan, Tiongkok hari ini (Selasa, 23/4). Ajang level Asia ini bukanlah turnamen yang ramah buat para pemain tanah air. Setidaknya dalam satu dekade terakhir.

Selama sepuluh tahun, hanya ada tiga gelar yang pernah dibawa pulang skuat Merah Putih yakni ganda campuran Flandy Limpele / Vita Marissa (2008), ganda putra Markis Kido / Hendra Setiawan (2009) dan ganda campuran Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir (2015).

Nah, dalam BAC 2019 ini skuat Indonesia berusaha memutus catatan buruk dengan menerjunkan kekuatan penuh. Dari sektor tunggal putra, naiknya peringkat Jonatan Christie ke posisi delapan BWF membawa berkah.

Itu menghindarkan dia bertemu dengan sesama pemain Indonesia, baik Anthony Sinisuka Ginting (6) maupun Tommy Sugiarto (7) di babak awal. Jika perjalanannya mulus, kemungkinan mereka paling cepat bertemu di semifinal.

Namun, sebelum tiba di sana, mereka harus menaklukkan halangan di perempat final. Masing-masing bakal bertemu unggulan atas. Yang paling berat tentu Tommy. Dia harus bertemu Kento Momota. Jojo, di sisi lain, berpeluang berhadapan dengan Chou Tien Chen atau Lin Dan. Masih lumayan jika jumpa Chou. Setidaknya dia punya bekal head to head menawan, yakni 5-0. Melawan Lin agak riskan. Dalam enam pertemuan, Jojo hanya menang dua kali.

Melihat permainan Jojo dan Ginting yang sedang menanjak di Malaysia Open dan Singapore Open lalu, kans mereka melaju ke semifinal sangat besar. Asal percaya diri. Juga meminimalkan kesalahan seperti di dua turnamen sebelumnya.

(Baca Juga: Kabar dari Fitriani Jelang Babak Pertama Badminton Asia Championships 2019)

Selain tiga pemain itu, pelatnas juga membawa satu nama lagi. Yakni Shesar Hiren Rhustavito. Dia sempat mencuri perhatian di Kejuaraan Asia Beregu Tong Yun Kai Cup Maret lalu. Tampil di BAC penting untuk mengerek peringkatnya yang masih di posisi 43. ''Dalam beberapa kejuaraan, Vito mainnya bagus. Ada progress. Saya mau coba lagi untuk beberapa turnamen ke depan,'' papar Hendri Saputra, pelatih tunggal putra pelatnas.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar