JPNN.com

Bagaimana Masa Depan Industri Penerbangan Dunia Tanpa A380?

Jumat, 01 Maret 2019 – 14:00 WIB Bagaimana Masa Depan Industri Penerbangan Dunia Tanpa A380? - JPNN.com

Ketika Airbus A380 melakukan penerbangan perdananya di tahun 2005, perusahaan asal Eropa tersebut menjanjikan ruang yang lebih lega di pesawat, mesin yang lebih tenang, dan pesawat bertingkat dua, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

A380 berhenti diproduksi:

  • Pengamat mengatakan Airbus telah salah dengan mengandalkan pesawat besar
  • Badan pesawat koposit dan mesin hibrid kini sedang dikembangkan demi efisiensi
  • Prospek pesawat komersial listrik atau hibrid masih lama

Kehadiran A380 saat itu bahkan dianggap 'membunuh' keberadaan pesawat Boeing 747.

Tapi 20 tahun setelah itu, pasar industri penerbangan memutuskan jenis A380 sebagai sebuah 'fizzer' atau kegagalan, yang membuat Airbus mengumumkan akan menghentikan produksinya di tahun 2021 atau dua tahun dari sekarang.

"[A380] sudah berusia 15 tahun, dimana saat Boeing mengatakan rute penerbangan akan lebih menghubungkan "titik ke titik", tapi Airbus mengatakan akan tetap tergantung pada bandara utama," kata Profesor Brian Falzon, yang mengepalai sekola teknik mesin dan kedirgantaraan di Queen's University Belfast.

"Dengan lalu lintas udara yang meningkat dua kali lipat setiap 15 tahun, Airbus berpikir hub akan menjadi model ... tapi dalam jangka panjang terbukti salah," katanya.

Dalam sebuah pernyataan pers, kepala eksekutif Airbus Tom Enders mengatakan tidak ada pesanan A380 yang substansial untuk mempertahankan produksi yang sedang berlangsung.

"Penumpang di seluruh dunia senang terbang dengan pesawat luar biasa ini, karenanya pengumuman ini menyakitkan kami dan komunitas A380 di seluruh dunia."

Sumber ABC Indonesia

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...