Bahagianya Penjahit dan Tukang Ojek Daring di Surabaya Usai Menerima BST

Bahagianya Penjahit dan Tukang Ojek Daring di Surabaya Usai Menerima BST
Menteri Sosial Juliari P Batubara didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Dirut PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi menyapa seorang warga di loket pencairan BST di Kantor Pos Kebon Rejo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/10/2020). Foto: Kemensos RI.

Warga penerima BST menerima bantuan uang tunai sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga setiap bulannya selama tiga bulan dan Rp 300 ribu per KPM setiap bulan selama enam bulan.

Adapun sasaran penerima BST di Kota Surabaya sebanyak 225.255 KPM dengan nilai total Rp 67.576.500.000.

“Hingga hari ini dari 1,2 juta penerima BST Tahap VII di Jatim sudah terealisasi 1,19 juta jiwa atau mencapai 99, 12 persen, sehingga tinggal 10 ribu keluarga lagi,” ucap Dirut PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi.

Dari total 1,2 juta penerima BST di Jatim tersebut, di Kota Surabaya sebanyak 162 ribu KPM. Saat ini, di Surabaya sudah terealisasi 161 KPM atau tercapai 99,43 persen jadi tinggal 932 keluarga lagi.

Setiap hari ada 16 ribu penerima BST di seluruh kabupaten/kota di Jatim, khusus pada hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai 43 ribu penerima BST.

"Tentu saja, bagi PT Pos ini sebagai penghormatan dari Pak Mensos untuk menyalurkan BST. Semoga jadi amal ibadah dan memberikan kontribusi nyata untuk pemulihan ekonomi Nasional," harap Faizal.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan  sempat bingung ketika penyerahan bantuan berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Sebab, sekarang banyak warganya tidak punya pekerjaan lagi.

"Kami harus merawat pasien dalam jumlah besar, karena penyakit Covid-19 amat ganas sekali. Jadi banyak tiba-tiba langsung meninggal," ungkap Risma.

Wali Kota Tri Rismaharini sempat memohon kepada Mensos Juliari dan permintaannya dikabulkan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News