Bakteri di Kemasan Daging Sapi AS

Korban Sakit Terus Berjatuhan

Bakteri di Kemasan Daging Sapi AS
BAKTERI - Gambar bakteri E. coli yang terlihat lewat mikroskop, pada salah satu produk daging sapi yang diteliti oleh pihak CDC, di AS. Foto: Reuters/CDC.
WASHINGTON - Terhitung Kamis (2/7) siang WIB, atau Rabu (1/7) waktu setempat, dilaporkan setidaknya sudah 12 orang yang dirawat di rumah sakit di Amerika Serikat (AS), akibat dugaan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) di kemasan daging sapi. Mengutip laporan petugas kesehatan setempat, sebagaimana diberitakan AP dan dirilis di Yahoo.com, dua di antara 12 korban yang dirawat tersebut bahkan telah menderita gagal ginjal (salah satu dampak terparah akibat serangan bakteri ini, Red).

Perkembangan ini mengikuti 'kasus' dugaan keberadaan bakteri E. coli di daging sapi, khususnya produk dari perusahaan JBS Swift Beef Co., yang sudah cukup hangat dibicarakan dalam beberapa waktu belakangan. Perusahaan itu sendiri, tanggal 24 Juni lalu dikabarkan sudah menarik lebih dari 41 ribu pon produknya dari pasaran, serta Minggu (28/6) lalu menarik lagi sekitar 380 ribu pon produknya. Sementara itu, total warga yang dilaporkan sudah jatuh sakit akibat bakteri ini adalah 23 orang.

Laporan dari Center for Desease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian Penyakit AS, memang telah memastikan bahwa para korban yang jatuh sakit dan dirawat, ada hubungannya dengan daging sapi produk JBS yang mereka konsumsi. Lebih lanjut, CDC melaporkan bahwa dari hasil penyelidikan sejauh ini, sebagian besar korban sakit adalah karena mengkonsumsi daging jenis ground beef, serta banyak di antara mereka yang mengkonsumsinya 'setengah matang'.

Salah satu contoh daging jenis ground beef produk JBS tersebut, sudah diambil sebagai sampel oleh CDC, dari kediaman salah seorang korban sakit. Berdasarkan itu pula mereka memastikan laporan, lantaran dari telisik mikroskopik memang ditemukan bakteri E. coli di dalam produk daging tersebut.

WASHINGTON - Terhitung Kamis (2/7) siang WIB, atau Rabu (1/7) waktu setempat, dilaporkan setidaknya sudah 12 orang yang dirawat di rumah sakit di

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News