Selasa, 20 November 2018 – 15:10 WIB

Bali Masih Jadi Favorit dan Penyumbang Terbesar Devisa Pariwisata

Kamis, 15 Desember 2016 – 14:14 WIB
Bali Masih Jadi Favorit dan Penyumbang Terbesar Devisa Pariwisata - JPNN.COM

Menteri Pariwisata Arief Yahya. Foto: dokumen JPNN.Com

DENPASAR – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya selalu menggunakan password “Bali” dalam mempromosikan destinasi di seluruh dunia. Karena dalam pariwisata, Bali adalah gerbang  yang dilewati 40 persen wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

“Bali sebagai destinasi utama, akan diproyeksikan menjadi tourism hub. Masuknya lewat tourism, agar terjadi people to people relations, baru masuk ke trade and investment,” kata Arief yang sedang dalam kunjungan kerja di Melbourne, Australia.

Di setiap promosi pun, Bali tetap diangkat sebagai lokomotif untuk menarik destinasi di luar Pulau Dewata itu. Hal itu sebagai strategi untuk bersaing dengan destinasi wisata negara lain.

“Kalau kita masuk dari trade and investment dulu, kita pasti kalah dengan Singapore, Hong Kong, Dubai, Abu Dhabi, Iceland, negara-negara yang mengandalkan financial service. Tetapi kalau masuk lewat tourism dulu, maka tidak ada yang bisa mengalahkan Indonesia,” kata Arief.

Karenanya wajar ketika Presiden Joko Widodo menempatkan pariwisata sebagai core economy Indonesia. Bahkan sumbangan Bali bagi devisa nasional saat ini masih Rp 70 triliun setahun.

Bali memang melekat kuat di benak warga dunia dan menjadi top of mind sebagai destinasi favorit di Indonesia. Bagi wisatawan Tiongkok, Bali bahkan menjadi keharusan bila mereka melancong ke Indonesia, terutama bagi yang hendak pre-wedding atau honeymoon.

Bali adalah favorit mereka. Bahkan Travel + Leisure di Shanghai, Tiongkok menempatkan Indonesia sebagai next destination. “Tahun ini, bakal menembus lima jutaan wisman yang ke Bali,” kata Arief.

Menteri asal Banyuwangi itu menjelaskan, 85 persen wisman asal Tiongkok yang ke Indonesia memilih Bali sebagai objek wisata tujuan. Sisanya, 15 persen wisman Tiongkok yang ke Indonesia tersebar ke Jakarta, Manado, Singkawang, Batam dan Jawa Tengah.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar