Bambang Soesatyo Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Libya

Bambang Soesatyo Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Libya
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima kunjungan Dubes Libya untuk Indonesia H.E Mr. Zakarya MM El Maghrabi di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Rabu (22/9). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Duta Besar Libya untuk Indonesia H.E Mr. Zakarya MM El Maghrabi sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Libya.

Hal itu sejalan dengan hubungan persahabatan dan sikap saling dukung pemerintah kedua negara yang sudah terjalin selama 30 tahun, sejak 17 Oktober 1991.

Kedua juga menekankan agar persoalan yang terjadi diselesaikan secara kekeluargaan melalui konsultasi dan negosiasi.

Bamsoet menyampaikan, termasuk terkait permasalahan antara Pertamina dengan National Oil Company (NOC) Libya terkait kerjasama eksplorasi minyak bumi bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

Sebab terhentinya proyek eksplorasi di Block 17.3 (offshore Sabratah) dan Blok 123.3 (onshore Sirte) yang ditandatangani pada 10 Desember 2005, salah satunya disebabkan gejolak politik dan keamanan Libya.

"Sangat penting bagi Pertamina dan NOC Libya untuk duduk bersama, mencari solusi terbaik agar keduanya bisa saling diuntungkan," ujar Bamsoet usai menerima Dubes Libya untuk Indonesia H.E Mr. Zakarya MM El Maghrabi di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Rabu (22/9).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, akibat konflik Libya dan pemblokiran sejumlah terminal minyak penting  oleh pihak-pihak yang bertikai, menyebabkan hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Libya sempat menurun.

Selama periode 2016-2020 terjadi penurunan tren perdagangan sebesar minus 32,08 persen.

Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Duta Besar Libya untuk Indonesia H.E Mr. Zakarya MM El Maghrabi membahas sejumlah hal penting terkait hubungan persahabatan antarkedua negara.