Jumat, 21 September 2018 – 14:53 WIB

Bamusi Puji Jurus Jokowi Sejahterakan Umat Lewat Bank Wakaf

Rabu, 14 Maret 2018 – 19:01 WIB
Bamusi Puji Jurus Jokowi Sejahterakan Umat Lewat Bank Wakaf - JPNN.COM

Politikus PDIP N Falah Amru. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Organisasi sayap keagamaan PDI Perjuangan (PDIP) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Bank Wakaf Mikro (BWM) di sejumlah daerah di Indonesia. Sekretaris Umum Bamusi Nasyirul Falah Amru mengatakan, pembentukan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) itu tak lepas dari komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menyejahterakan umat Islam.

Menurut Falah, terbentuknya BWM di sejumlah pesantren memperoleh sambutan positif dari umat di akar rumput. Melalui BWM, umat bisa memperoleh pinjaman modal tanpa agunan dan bunga, tapi hanya dikenai biaya administrasi 3 persen per tahun.

“Skema pinjamannya pun mau tidak mau membuat umat harus lebih produktif memanfaatkan uang pinjamannya. Tidak ada ruang untuk menjadi malas dan konsumtif," ujar Falah, Rabu (14/4).

Tokoh muda Nahdatul Ulama (NU) yang juga legislator PDIP itu menyebut BWM sebagai cara brilian Jokowi untuk menggerakan perekonomian umat. Sebab, BWM bisa menyelesaikan masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh perbankan.

“Saya rasa ini wujud komitmen pemerintahan Jokowi dalam menyejahterakan umat. Karena kalau mau pinjam di bank kan diminta agunan dan syarat-syarat administrasi yang banyak. Ujung-ujungnya pinjam ke rentenir,” ulasnya.

Karena itu Falah menyakini BWM tak hanya akan menghindarkan umat dari jerat rentenir, tetapi juga membuat mereka menjadi lebih produktif. Sebab, penerima pinjaman BWM juga memperoleh pendampingan.

Hingga saat ini, OJK telah memfasilitasi pendirian 20 BWM di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rencananya, OJK akan menambah 20 BWM lagi di luar Jawa.

"Saya berharap BWM nantinya bisa menjangkau sampai ke luar Pulau Jawa, agar pemerataan ekonomi umat bisa terus meluas,” harap Falah.(jpg/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar