Bang Neta Puji TNI Turunkan Poster Rizieq Shihab dan Bermanuver di Petamburan

Bang Neta Puji TNI Turunkan Poster Rizieq Shihab dan Bermanuver di Petamburan
Penertiban baliho-baliho tak berizin di wilayah Jakarta Pusat dan dipimpin oleh Dandim 0501/JP BS Kolonel Inf Luqman Arief, Jumat (20/11/2020). Foto: ANTARA/Livia Kristianti

Sebab, kata Neta, Rizieq sudah beberapa kali bermanuver yang bisa mengganggu keutuhan NKRI.

"Di antaranya jika datang ke Indonesia Rizieq mengatakan akan memimpin revolusi seperti di Iran, kemudian memberi ancaman "memenggal kepala" dan lain-lain," paparnya.

Menurut dia, meskipun itu hanya ancaman kosong, ucapan Rizieq itu bisa berpotensi memicu kekacauan dan gangguan keamanan serta mengganggu keutuhan NKRI.

Pengamat kepolisian yang juga mantan wartawan ini menjelaskan ucapan dan ancaman Rizieq itu makin riuh tatkalah poster dan balihonya terlihat di mana-mana dan tanpa izin.

"Sehingga terkesan Rizieq dan orang-orangnya seakan tidak tersentuh hukum. Ironisnya, dalam situasi ini jajaran kepolisian hanya berdiam diri," kata dia.

Dia menilai manuver Rizieq Shihab yang melakukan kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19 dibiarkan begitu saja oleh pihak kepolisian.

"Akibatnya Rizieq bebas bermanuver mulai dari saat tiba di Bandara Soetta, di rumahnya di Petamburan, dan di Puncak, Bogor," ungkapnya.

Ia menegaskan bebasnya Rizieq bermanuver seakan menggambarkan tidak adanya aparatur negara yang berani menghadapi petinggi FPI itu.

Manuver TNI di sekitar Petamburan dan pencabutan baliho Rizieq ini sekaligus menunjukkan bawah negara tidak boleh kalah. Semua dilakukan TNI demi keutuhan NKRI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News