Bang Saleh Meminta Indonesia Bela Islam dari Serangan Prancis

Bang Saleh Meminta Indonesia Bela Islam dari Serangan Prancis
Saleh Partaonan Daulay. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pelaksana harian (Plh) Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah Indonesia mengirimkan nota protes setelah muncul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terkesan menyudutkan Islam. 

Terlebih lagi, kata dia, konstitusi mengamanatkan Indonesia perlu berperan aktif menjaga perdamaian dunia. Di sisi lain, pernyataan Macron yang menyudutkan Islam justru memperkeruh suasana.

"Saya juga meminta kepada pemerintah kita untuk juga memberikan nota protes kepada pemerintah Prancis, sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk ikut menjaga perdamaian dunia. Jadi, pemerintah kita harus tegas untuk melakukan protes itu," ujar Saleh dalam pesan singkatnya kepada awak media, Selasa (27/10).

Menurut dia, Indonesia bisa meniru negara lain yang telah bereaksi setelah pernyataan Macron yang menyudutkan Islam. Bahkan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengecam keras pernyataan Macron.

"Bahkan, Erdogan di Turki dengan tegas itu mengecam. Semestinya Indonesia juga bisa mengingatkan Prancis lebih tegas lagi. Indonesia, kan, negara dengan umat muslim terbesar di dunia. Wajar berdiri di barisan terdepan untuk memberikan peringatan keras kepada Prancis," tutur dia.

Secara pribadi, Selah mengecam keras pernyataan Macron yang terkesan menyudutkan Islam setelah kejadian tewasnya guru sejarah di Prancis.

Adapun, guru tersebut tewas seusai menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai bahan ajaran ke murid.

"Kita tentu harus betul-betul meningkatkan solidaritas, karena ada semacam penggiringan opini saya kira, dilakukan oleh Presiden Macron, seakan-akan Islam itu adalah radikalis dan pandangannya sangat berorientasi pada kekerasan," beber dia. (ast/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Saleh meminta pemerintah mengirimkan nota protes setelah muncul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News