Bangkalan Gali Potensi Wisata Mangrove

Bangkalan Gali Potensi Wisata Mangrove
Ilustrasi. FOTO: dipta wahyu/jawa pos

"Dengan luas kurang lebih tiga hektar, sudah cukup bagus dan masih bisa dikembangkan. Apalagi lokasi ini mulai menjadi kawasan transit burung-burung migran dari luar Indonesia," ungkapnya.

Ia menjelaskan, keberadaan taman pendidikan mangrove di Desa Labuhan itu melengkapi kawasan mangrove yang sudah ada di Jawa Timur. Sepeti di Tuban, Lamongan, dan Surabaya.

"Madura (Bangkalan) ini yang pertama kali. Madura yang dikenal kering bisa menjadi tujuan wisata dengan adanya taman mangrove ini. Tentunya, butuh peran serta pemerintah daerah setempat," jelasnya.

Rombongan berkeliling kawasan mangrove dipandu Sekretaris Kelompok Tani Cemara Sejahtera, Syahril dengan meniti geledak kayu sepanjang 350 meter.

Aneka ragam tanaman mangrove seperti Sonneratia Alba (Prapat), Rizhophora Stylosa, dan Stenggi nampak tumbuh subur. Begitu juga cemara udang berusia 1,5 tahun yang ditanam sejauh 2,5 di bibir pantai juga tumbuh subur.

Syahril menyatakan, pihaknya kini sedang  memulai membangun tower yang direncanakan setinggi 10 meter yang akan dijadikan pemantau burung-burung migran. Proses pembangunan tower itu baru pada tahap persiapan pembuatan pondasi.

"Tantangan terberatnya adalah memberikan pengertian kepada para pemburu burung. Tapi syukurlah, sekarang sudah tida ada. Karena kami akan menjatuhkan sanksi," ujarnya. (JPNN/pda)

 


BANGKALAN - Berkembangnya taman pendidikan mangrove di Desa Labuhan Kecamatan Sepulu hingga menjadi kawasan konservasi di bawah pengawasan Badan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News