Banjir Ganggu Proses KBM

Banjir Ganggu Proses KBM
Banjir Ganggu Proses KBM
Banjir besar yang melanda tiga kecamatan di Kota Cilegon pada Minggu (12/1) lalu masih menyisakkan persoalan. Pasalnya, hingga kemarin, air belum surut benar. Banjir yang diakibatkan air kiriman dari Sungai Mancak di Kabupaten Serang itu juga merendam beberapa fasilitas sekolah. Seperti yang dialami SD Negeri Masigit 1.

Pagar sekolah dasar negeri itu jebol. Akibatnya, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih belum bisa dilakukan. Tapi puluhan siswa tetap diminta gurunya datang ke sekolah guna melakukan aksi bersih-bersih. Berdasarkan pantauan INDOPOS (JPNN Group) tampak murid dan guru membersihkan ruang kelas dengan menggunakan alat seadanya.

Puluhan siswa tidak tampak menggunakan seragam tapi menggunakan baju bebas. Salah seorang guru SD Negeri Masigit 1, Rina mengatakan alat kelengkapan sekolah seperti komputer, buku pelajaran, meja dan kursi ikut terendam air. ”Delapan kelas sekolah kami terendam air satu meter. Sehingga proses KBM tidak bisa dilaksanakan dalam dua hari ini,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pendidikan Kecamatan Jombang, Muhlisi mengatakan akan melakukan pendataan terkait alat kelengkapan sekolah yang rusak tergenang banjir. Lantas pendataan itu akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon. Selain itu juga dia akan mengajukan penggantian pagar sekolah yang jebol.

    

Banjir besar yang melanda tiga kecamatan di Kota Cilegon pada Minggu (12/1) lalu masih menyisakkan persoalan. Pasalnya, hingga kemarin, air belum

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News