Banjir Mulai Surut, Warga Pamekasan dan Sampang Kembali ke Rumah

Banjir Mulai Surut, Warga Pamekasan dan Sampang Kembali ke Rumah
Petugas sukarelawan penanggulangan bencana di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/3/2022) membantu membersihkan lumpur bekas banjir di rumah warga terdampak banjir di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan. (Abd Aziz/Antara)

Dia menjelaskan genangan banjir saat ini masih tersisa di beberapa rumah warga di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu.

Banjir yang menggenangi Kota Pamekasan mulai 1 Maret 2022 dan hingga Kamis (3/3) pagi di sebagian wilayah masih berlangsung itu, akibat luapan Sungai Kalisemajid dan Sungai Kalikloang, setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah itu.

Banjir menggenangi tujuh keluruhan dan 12 desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Pamekasan, Padewawu, Palengaan dan Proppo.

Masing-masing Kelurahan Jungcangcang, Gladak Anyar, Patemon, Parteker, Barurambat Kota, Kelurahan Bugih dan Kelurahan Baruramat Timur.

Desa terdampak meliputi, Laden, Jalmak, Betet, Palengaan Daja, Rombuh, Sumedangan, Lemper, Majungan, Desa Pademawu Timur, Pademawu Barat, Desa Samiran dan Desa Kodik.

"Total jumlah warga terdampak berdasarkan hasil pendataan terbaru sebanyak 16.986 jiwa dengan jumlah total jumlah warga yang dievakuasi sebanyak 450 jiwa," kata Budi, menjelaskan.

Budi menjelaskan, meski banjir telah surut, dapur umum untuk membantu suplai makanan kepada warga terdampak hingga kini masih dioperasikan.

"Kalau dapur umum, hingga malam ini tetap beroperasi, karena meski banjir surut, warga belum bisa memasak. Dapur mereka kotor dan masih perlu dibersihkan," katanya, menjelaskan.

Banjir di Pamekasan dan Sampang terjadi sejak 1 Maret 2022 akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News