JPNN.com

Banjir Rusak Ribuan Hektare Tanaman Padi di Pasaman Barat

Selasa, 16 Oktober 2018 – 21:29 WIB Banjir Rusak Ribuan Hektare Tanaman Padi di Pasaman Barat - JPNN.com

jpnn.com, PASBAR - Pascabencana banjir yang melanda Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) beberapa hari ini, sejumlah lokasi banjir sudah mulai surut.

Curah hujan juga sudah mulai berhenti. Sejumlah masyarakat saat ini juga sudah mulai berupaya menyelamatkan rumah tangga yang bisa diselamatkan.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (BPBD) Pasbar, Tri Wahluyo, menyampaikan, cuaca di Kabupaten Pasbar sudah mulai membaik. Tapi, sebelumnya Pemkab Pasbar sudah mengumumkan tanggap darurat tujuh hari terkait bencana banjir yang melanda Pasbar. Hal ini sesuai persetujuan bupati yang diberlakukan sejak tanggal 11 Oktober sampai 18 Oktober 2018 nanti.

Bencana banjir yang terjadi sejak Kamis (11/10) merupakan banjir terbesar yang ada di ranah Pasbar. Karena, datangnya banjir itu secara serentak di 11 kecamatan yang ada di Pasbar.

"Saat ini dibeberapa titik lokasi banjir tim gabungan BPBD, Basarnas, PMI, TNI, Polri dan masih di lapangan membantu korban banjir," katanya.

Dikatakan, hingga Minggu (14/10) sejumlah lokasi banjir sudah mulai surut. Curah hujan juga sudah mulai berhenti. Sejumlah masyarakat saat ini juga sudah mulai berupaya menyelamatkan rumah tangga yang bisa diselamatkan. "Memang di sejumlah titik lokasi banjir sudah mulai surut, seperti di Kecamatan Pasaman, Luhak Nan Duo dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu di lokasi Batang Saman yang sempat membuat arus transportasi terputus sudah mulai lancar. Dari data sementara sedikitnya ada 3.000 rumah yang terdampak bencana banjir. Begitu juga lahan pertanian yang rusak lebih dari 1.000 hektare. Sedangkan jumlah yang terdampak sedikitnya ada sekitar 14 ribu jiwa. Kemudian, kerugian mencapai miliaran rupiah.

Selain itu, sebelumnya juga di sejumlah titik longsor terjadi seperti di Talamau, Kinali, Air Bangis dan Muaro Kiawai. "Mudah-mudahan cuaca terus baik dan air cepat surut. Bantuan dari berbagai pihak juga sudah mulai mengalir, termasuk ke daerah yang sebelumnya belum bisa dijangkau seperti di Rantau Panjang, Maligi dan Sikilang," ujarnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...