Bank Dunia Khawatir Kudeta Militer Bikin Ekonomi Myanmar Makin Suram
Selasa, 02 Februari 2021 – 20:11 WIB

Pendukung militer Myanmar mengikuti aksi unjuk rasa menentang Komisi Pemilihan Serikat, pemerintah terpilih dan kedutaan asing, di Yangon, Myanmar, Sabtu (30/1/2021). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Shwe Paw Mya Tin/AWW/djo
Momen reformasi di Myanmar, menurut pandangan Bank Dunia, melambat setelah 2016, seiring dengan gagalnya pemerintahan sipil yang terpilih ketika itu mewujudkan visi ekonomi.
Namun Bank Dunia juga menyebut pemerintah Myanmar baru-baru ini mengadopsi rencana pembangunan berkelanjutan yang ambisius dan memperbaharui agenda reformasi ekonomi.
Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Myanmar diperkirakan terjun bebas dari 6,8 persen di tahun sebelumnya menjadi hanya 0,5 persen saja. Masih menurut Bank Dunia, ekonomi bisa kontraksi sebesar 2,5 persen jika pandemi COVID-19 terus terjadi berkepanjangan. (ant/dil/jpnn)
Bank Dunia ikut mengomentari aksi kudeta yang dilancarkan militer Myanmar kemarin
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Siap Tingkatkan Ekraf, Gempar Targetkan Sulut Jadi Pintu Gerbang Asia Pasifik
- PNM Tebar Beasiswa Bagi Anak Nasabah untuk Dorong Pengentasan Kemiskinan
- Gubernur Ahmad Luthfi Bakal Kembangkan Wilayah Aglomerasi Banyumas
- Ibas Ajak ASEAN Bersatu untuk Menghadapi Tantangan Besar Masa Depan Dunia
- Awal 2025 Bank Mandiri Tumbuh Sehat dan Berkelanjutan
- Safrizal ZA Sebut Rumah Layak Hunian Tingkatkan IPM dan Menggerakkan Ekonomi