Bantah Tudingan Penistaan, Timses Ahok Sebar Video Testimoni Warga Pulau Seribu

Bantah Tudingan Penistaan, Timses Ahok Sebar Video Testimoni Warga Pulau Seribu
Ahok duduk di kursi terdakwa. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA - Kubu Basuki T Purnama (Ahok) bersikeras bahwa kasus penistaan agama yang menjerat gubernur DKI Jakarta nonaktif itu tidak akan tanpa provokasi yang dilakukan sejumlah pihak. 

Pasalnya, pernyataan Ahok soal Almaidah ayat 51 tidak pernah dipermasalahkan oleh orang-orang yang mendengarnya langsung.

"Kalau kita nonton video Ahok keseluruhan di Pulau Seribu itu enggak akan jadi seperti hari ini, pelapornya enggak ada orang Pulau Seribu yang melihat dan mendengar langsung," ungkap adik Ahok, Fifi Lety usai menghadiri sidang perdana di eks gedung PN Jakarta Pusat, Selasa (13/12). 

Seperti diketahui, Ahok melontarkan pernyataan kontroversialnya saat berpidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (27/9). Pidatonya tersebut disaksikan sejumlah nelayan setempat.

Menurut Fifi, yang aneh kehebohan baru terjadi setelah munculnya video pidato Ahok yang telah diedit dan disebarluaskan lewat internet. 

Sementara, tidak ada satu pun warga Kepulauan Seribu yang mendengar langsung pernyataan mantan bupati Belitung Timur itu mempersoalkan pernyataan Ahok.

"Kalau kita dengar videonya, dia (warga) ketawa-ketawa. Kalau dibayangkan ibu pakai jilbab saya menghina ibu langsung marah kan. Ini dimana nalar dan logika kita, perlu enggak tunggu 9 hari baru marah dan tersinggung dan penodaan," tutur perempuan yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Argumen ini juga berusaha dijelaskan oleh anggota Tim Pemenangan Ahok-Djarot Guntur Romli melalui sebuah video yang disebarnya melalui akun twitter @GunRomli. 

JAKARTA - Kubu Basuki T Purnama (Ahok) bersikeras bahwa kasus penistaan agama yang menjerat gubernur DKI Jakarta nonaktif itu tidak akan tanpa provokasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News