Senin, 19 Februari 2018 – 22:53 WIB

Bantu Terdakwa Spionase Australia, Menlu Bishop Surati Menlu Kamboja

Rabu, 07 Februari 2018 – 14:00 WIB
Bantu Terdakwa Spionase Australia, Menlu Bishop Surati Menlu Kamboja - JPNN.COM

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, melakukan intervensi terhadap kasus yang melibatkan seorang sineas Australia yang telah mendekam di penjara Kamboja selama beberapa bulan, karena tuduhan mata-mata.

Poin utama:

• James Ricketson ditangkap karena menerbangkan drone di atas sebuah demonstrasi politik

• Ia didakwa melakukan spionase dan menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah

• Menteri Luar Negeri Australia telah menulis surat kepada Menteri Luar Negeri Kamboja

James Ricketson ditangkap tahun lalu setelah menerbangkan pesawat tak berawak (drone) di atas sebuah demonstrasi politik di ibukota Kamboja, Phnom Penh.

Sejak saat itu, ia telah dikenai tuduhan spionase dan bisa menghadapi hukuman 10 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Keluarganya mengatakan bahwa ia ditahan dalam kondisi "sangat sempit", dengan 140 orang lainnya berada di dalam sel yang sama.

Menlu Bishop telah menulis sebuah surat kepada Menlu Kamboja, Prak Sokhonn, mengemukakan keprihatinannya atas penahanan Ricketson.

Pemerintah Australia telah memberikan dukungan konsuler kepada Ricketson, namun ini adalah pertama kalinya Menteri Luar Negeri membuat pernyataan secara resmi kepada Pemerintah Kamboja mengenai kasusnya.

Lebih dari 60.000 orang telah menandatangani sebuah petisi yang meminta Menlu Bishop untuk campur tangan dan membantu membebaskan pembuat film berusia 68 tahun tersebut.

Keluarga Ricketson khawatir kesehatannya bisa memburuk di penjara dengan cepat.

Pemerintah Australia telah mewaspadai ketegangan dengan Kamboja terkait penahanan Ricketson.

Para pejabat telah menangani kasus ini di balik layar, namun mereka juga khawatir bahwa mengkritik secara terbuka atas penangkapan Ricketson bisa membuat Phnom Penh marah dan merusak peluang kebebasan Ricketson.

Keputusan Menlu Bishop untuk campur tangan bisa mengindikasikan bahwa Pemerintah Australia telah menyimpulkan mereka harus menerapkan tekanan politik langsung jika mereka ingin meyakinkan Kamboja untuk membebaskan Ricketson.

Pemerintah Australia juga telah mengkhawatirkan langkah Kamboja yang makin dekat menuju otoritarianisme di bawah Perdana Menteri Hun Sen dan Partai Rakyat Kamboja yang berkuasa.

Rezim itu telah berusaha untuk menolak pembangkangan menjelang Pemilu tahun ini.

Tahun lalu, dua wartawan Kamboja yang sebelumnya dipekerjakan oleh Radio Free Asia juga dikenai tuduhan spionase, dan beberapa media independen telah ditutup.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

 
SHARES
Komentar