Bantuan Belum Tersalurkan Tembus Rp 450 Miliar, Reaksi Bu Risma Mengejutkan

Bantuan Belum Tersalurkan Tembus Rp 450 Miliar, Reaksi Bu Risma Mengejutkan
Menteri Sosial Tri Rismaharini memimpin rapat evaluasi evaluasi penyaluran bansos yang dihadiri seluruh kepala dinas se-Provinsi Bali, perwakilan Bank Himbara, dan para pendamping sosial yang berlangsung di Kuta, Bali, Selasa (19/10). Foto: Kemensos.

jpnn.com, KUTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini menyayangkan ada sekitar 75 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima bantuan sosial.

Menurutnya, jika sampai ribuan KPM belum menerima bantuan akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi.

"Kalau cair minimal bisa beli telur. Beli beras. Ada pergerakan ekonomi Pak. Tapi kalau seperti ini, susah Pak," kata Mensos Risma di hadapan kepala dinas sosial se-Provinsi Bali, perwakilan Bank-bank Milik Negara (Himbara) dan para pendamping sosial, Selasa (19/10).

Pada evaluasi penyaluran bansos di Kuta itu, Mensos Risma membeberkan angka yang mencegangkan dari perhitungan akumulasi anggaran yang belum cair dari Juli hingga September se-Provinsi Bali yang mencapai sekitar Rp 450 miliar.

"Ini angka yang luar biasa. Kalau ini bisa kita cairkan, akan sangat membantu pergerakan roda ekonomi," ujarnya.

Risma mengingatkan kondisi perekonomian Bali masih belum sepenuhnya pulih.

Dalam kondisi perekonomian yang lesu tersebut, anggaran negara berupa bantuan sosial menjadi faktor penting yang mendorong geliat perekonomian.

"Kalau masih ada ribuan KPM belum cair, maka ekonomi di level bawah tidak bergerak. Sementara ini sudah pertengahan Oktober Pak. Kalau tidak segera dicairkan akan segera kena blokir," kata Mensos.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut bantuan yang belum tersalurkan capai Rp 450 miliar merupakan angka yang luar biasa