Banyak Guru jadi Korban Penipuan Beragam Modus

Banyak Guru jadi Korban Penipuan Beragam Modus
Banyak Guru jadi Korban Penipuan Beragam Modus

jpnn.com - JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menerima banyak laporan dari berbagai daerah tentang banyaknya guru yang menjadi korban penipuan. Modus penipuan melalui undangan seminar dan lokakarya, atau tawaran program pendidikan lain.

Laporan itu datang antara lain dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Utara, NTB, dan NTT.

Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listyarti, mengatakan modus yang dipakai tak hanya itu, para pelaku tak jarang mengiming-imingi guru honor diangkat jadi guru PNS, hingga pengurusan kenaikan pangkat guru PNS.

Penipuan ini menurutnya terjadi lantaran pelaku menggunakan data-data lengkap para pendidik, seperti NUPTK, NIP, nama lengkap, no telpon selular, jam mengajar, dan data lain secara detail dan meyakinkan.

"Akibatnya banyak guru terkecoh dan tertipu," kata Retno kepada JPNN, Jumat (21/2) di Jakarta.

Selain itu, maraknya berbagai macam permintaan bagi sekolah, guru dan pendidik untuk mengisi data-data, bahkan setiap tahun harus mengadakan verifikasi pendataan ke suku dinas pendidikan setempat telah membuka peluang terjadinya pungutan liar yang merugikan guru.

"Ini menunjukkan amburadulnya sistem pendataan guru Indonesia. Hanya di Indonesia terjadi kisah para guru dan sekolah yang setiap tahun diminta mengisi verifikasi data secara berulang-ulang, dengan menyertakan bentuk hard copy dan memasukkannya via internet secara online," lanjutnya.

Padahal, ketimpangan sarana-prasarana seperti internet antar daerah telah melahirkan praktik pungutan liar di tingkat Disdik dengan memaksa para guru membayar biaya verifikasi dengan ancaman tunjangan sertifikasi tidak turun.

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menerima banyak laporan dari berbagai daerah tentang banyaknya guru yang menjadi korban penipuan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News