Banyak Lulusan Australia Mengaku Pekerjaan Mereka Tak Sesui Ilmu yang Dipelajari

Di tahun 2018, sekitar 73 persen lulusan universitas Australia mendapat pekerjaan empat bulan setelah lulus.
Angka ini lebih baik dibandingkan sejak tahun 2014.
Lembaga Universitas Australia (UA) mengatakan ini menunjukkan pendidikan universitas masih terus menjadi investasi yang baik.
"Ketika puluhan ribu siswa mendapat penawaran masuk universitas pekan ini, dapat diyakinkan bahwa pendidikan universitas akan bermanfaat di masa depan, baik secara profesional maupun pribadi," kata Anne-Marie Lansdown, pejabat sementara Direktur Eksekutif UA.
"Survei ini menunjukkan bahwa universitas mempersiapkan para siswa dengan baik untuk dunia kerja, dengan sejumlah perusahaan [yang memperkerjakan lulusan] puas dengan kualitas lulusan universitas."
Di Australia, pekan ini menjadi putaran pertama dimana para lulusan sekolah menegah atas mengetahui apakah mereka diterima atau tidak di universitas pilihan yang mereka pilih.
Artikel ini dirangkum dari laporan berbahasa Inggris yang bisa dibaca disini.
- Dunia Hari Ini: Setidaknya Delapan Orang Tewas Setelah Serangan India ke Pakistan
- Industri Alas Kaki Indonesia Punya Potensi Besar, Kenapa Rawan PHK?
- Apa Arti Kemenangan Partai Buruh di Pemilu Australia Bagi Diaspora Indonesia?
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Lagi Anthony Albanese
- Mungkinkah Paus Baru Datang dari Negara Non-Katolik?
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM