Sabtu, 19 Januari 2019 – 04:51 WIB

Banyak Lulusan Australia Mengaku Pekerjaan Mereka Tak Sesui Ilmu yang Dipelajari

Jumat, 11 Januari 2019 – 10:00 WIB
Banyak Lulusan Australia Mengaku Pekerjaan Mereka Tak Sesui Ilmu yang Dipelajari - JPNN.COM

Pemerintah Federal Australia telah melakukan survei terhadap lebih dari 120 ribu lulusan universitas tahun lalu dan hasilnya tiga perempat lulusan mendapatkan pekerjaan empat bulan setelah mereka menyelesaikan studinya.

Tapi ada perbedaan yang besar dari jurusan mana mereka berasal.

Lulusan farmasi secara umum langsung mendapat pekerjaan, dengan 97,2 persen mendapat pekerjaan penuh, empat bulan setelah mereka diwisuda.

Begitu pula dengan lulusan dari jurusan rehabilitasi, kedokteran gigi, ilmu kedokteran hewan, dan teknik yang memiliki prospek pekerjaan yang kuat.

Tapi untuk beberapa jurusan, prospek pekerjaan mereka tidaklah terlalu bagus.

Lulusan dari ilmu studi Seni Kreatif berada di daftar paling bawah, dimana hanya 52,2 persen bekerja penuh waktu untuk masa kerja yang singkat, atau 'short term'.

Sementara bagi mereka yang memiliki gelar di bidang pariwisata, pelayanan keramah-tamahan (hospitality) dan personal, serta olahraga dan rekreasi adalah sebesar 59,6 persen.

Tapi mereka yang fokus dengan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) di Australia, seperti lulusan dari jurusan sains dan matematika memiliki prospek pekerjaan yang lemah untuk 'short term' dengan 64,6 persen mendapat pekerjaan penuh waktu empat bulan setelah wisuda.

Sepertiga lulusan psikologi juga kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Di tingkat pasca-sarjana 2018 ditemukan meski gelar sarjana meningkatkan prospek pekerjaan dan gaji, terutama untuk pasca-sarjana, ada jumlah yang besar dari lulusan yang tidak menggunakan keterampilan mereka di universitas saat mendapat pekerjaan.

Hanya 57 persen dari lulusan S1 yang bekerja penuh waktu merasa kualifikasi mereka sesuai dengan pekerjaan saat ini.

5 jurusan teratas yang mendapat pekerjaan penuh waktu di 2018

  • Farmasi — 97,2 persen
  • Kedokteran — 94,9 persen
  • Rehabilitasi — 89,3 persen
  • Kedokteran Gigi — 86,8 persen
  • Kedokteran Hewan — 84,7 persen

5 jurusan terendah yang mendapat pekerjaan penuh waktu di 2018

  • Seni Kreatif — 52,2 persen
  • Pariwisata, Hospitality, Olahraga dan Rekreasi — 59,6 persen
  • Komunikasi — 60,5 persen
  • Sosial dan budaya — 64,3 persen
  • Psikologi — 64,5 persen

Secara keseluruhan, 39 persen dari S1 yang bekerja penuh dan paruh waktu merasa keterampilan dan pendidikan mereka tidak sepenuhnya dimanfaatkan.

Dari angka-angka tersebut jelas terlihat bahwa banyak lulusan dari jurusan yang memiliki prospek kerja lebih rendah akhirnya bekerja di bidang yang berbeda sama sekali.

Jadi seberapa manfaatkah gelar sarjana dalam jangka panjang untuk mendapat pekerjaan penuh waktu dan bayaran yang bagus?

Di tahun 2018, sekitar 73 persen lulusan universitas Australia mendapat pekerjaan empat bulan setelah lulus.

Angka ini lebih baik dibandingkan sejak tahun 2014.

Lembaga Universitas Australia (UA) mengatakan ini menunjukkan pendidikan universitas masih terus menjadi investasi yang baik.

"Ketika puluhan ribu siswa mendapat penawaran masuk universitas pekan ini, dapat diyakinkan bahwa pendidikan universitas akan bermanfaat di masa depan, baik secara profesional maupun pribadi," kata Anne-Marie Lansdown, pejabat sementara Direktur Eksekutif UA.

"Survei ini menunjukkan bahwa universitas mempersiapkan para siswa dengan baik untuk dunia kerja, dengan sejumlah perusahaan [yang memperkerjakan lulusan] puas dengan kualitas lulusan universitas."

Di Australia, pekan ini menjadi putaran pertama dimana para lulusan sekolah menegah atas mengetahui apakah mereka diterima atau tidak di universitas pilihan yang mereka pilih.

Artikel ini dirangkum dari laporan berbahasa Inggris yang bisa dibaca disini.

Ikuti berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.

 
SHARES
Komentar