Banyak Perempuan Asia Jadi PSK di Australia demi Visa Menetap

Banyak Perempuan Asia Jadi PSK di Australia demi Visa Menetap
Jade, seorang mantan pekerja seks yang mengatakan uang bukanlah segalanya. (ABC News: Stephanie Boltje)

Sejumlah perempuan Asia di "rumah bordil murahan" di Sydney harus bekerja secara diam-diam karena takut akan anggapan soal pekerja seks yang buruk, meski menjadi pekerja seks di beberapa negara bagian Australia adalah pekerjaan yang legal.

  • Peneliti telah berbicara kepada 100 pekerja seks Asia di "rumah bordil murahan" selama 10 bulan
  • Sebagian diberitahu jika menjadi pekerja seks akan membuka jalan menjadi penduduk tetap Australia
  • Hanya dua pertiga dari perempuan yang disurvei menggunakan kondom dengan pelanggannya

 

Ini adalah temuan survei yang baru dilakukan dan membuat para peneliti khawatir para perempuan tidak berani melapor saat mereka alami kekerasan atau serangan.

Mayoritas responden, sekitar 80 persen berasal dari negara-negara berbahasa China dan lebih dari setengahnya pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga di masa lalu.

Beberapa bahkan masih berusaha memenuhi kebutuhan dasar mereka setelah melarikan diri dari hubungan yang berunsur kekerasan.

Hasil survei ini ditulis dalam laporan berjudul 'Working with Migrant Sex Workers in Sydeny's Lower-End Brothels', yang juga disiapkan khusus lembaga BaptistCare HopeStreet untuk program The Drum milik ABC.

Mereka menemukan adanya hubungan yang tinggi antara pengalaman kekerasan dalam rumah tangga di masa lalu dengan industri seks.

Terungkap juga tiga dari empat pekerja seks meyakini "masyarakat Australia memiliki pandangan soal industri seks yang tidak bisa diubah."

Sejumlah perempuan Asia di Sydney harus bekerja secara diam-diam karena takut akan anggapan soal pekerja seks yang buruk,

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News