Bareskrim Siap-siap Panggil Masinton...Seizin Presiden

Bareskrim Siap-siap Panggil Masinton...Seizin Presiden
Masinton Pasaribu. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Bareskrim sudah mempersiapkan strategi pemanggilan anggota DPR, Masinton Pasaribu, terkait dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan salah seorang staf ahlinya, Dita Aditia.

Namun penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim bakal menjadikan keterangan Masinton sebagai langkah akhir proses penyelidikan. Kini, penyidik fokus menggali keterangan saksi pelapor dan alat bukti terlebih dahulu.

"Keterangan terlapor itu nanti terakhir. Ketika semua saksi sudah lengkap keterangannya, lalu alat buktinya cukup, baru dia dimintai keterangannya," ujar Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Bareskrim Polri Kombes Hadi Ramdani, Kamis (11/2).

Untuk pemanggilan Masinton sendiri, Bareskrim diketahui harus mempersiapkan sejak dini. Sebab, dalam UU MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3) diatur bahwa pemanggilan anggota parlemen harus seizin presiden.

"Penyidik mengetahui pasti akan ke arah sana (melalui presiden). Untuk itu, dipersiapkan sejak dari sekarang," kata anak buah Komjen Anang Iskandar ini.

Sejauh ini, penyidik memeriksa empat saksi. Keempatnya yakni saksi pelapor Dita Aditia, dua rekannya saat berada di kafe Camden dan seorang sopir taksi. Namun, penyidik belum memastikan apakah keterangan mereka cukup atau masih membutuhkan saksi lainnya.

Diketahui sebelumnya, Dita Aditia melaporkan anggota Komisi III DPR Masinton Pasribu ke Bareskrim Polri atas tuduhan penganiayaan. Masinton merupakan anggota fraksi PDI Perjuangan di DPR. Sementara Dita merupakan salah seorang staf ahlinya.

Penganiayaan itu terjadi Kamis malam, 21 Januari 2016. Namun, Masinton tidak mau mengakui perbuatannya. Yang diakuinya hanya insiden yang menyebabkan Dita mengalami luka memar di bagian wajahnya. Saat ini perkaranya masih dalam tahap penyelidikan. (elf/jpg/jpnn)


JAKARTA - Bareskrim sudah mempersiapkan strategi pemanggilan anggota DPR, Masinton Pasaribu, terkait dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan salah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News