Minggu, 21 Juli 2019 – 11:38 WIB

Batam Alami Kelangkaan Solar

Selasa, 04 Oktober 2011 – 03:50 WIB
Batam Alami Kelangkaan Solar - JPNN.COM

BATAM - Persediaan solar di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam, Senin (3/10), habis. Bahkan ada SPBU yang stok solarnya habis sejak dua hari lalu.

Kondisi ini membuat truk-truk pengangkut barang-barang industri tak beroperasi karena tak punya bahan bakar. Sebagian lainnya terpaksa mengantre berjam-jam di SPBU yang masih menyisakan stok solar.

Di SPBU Punggur, sejumlah truk pengangkut kontainer yang hendak mengisi bahan bakar mengantre sampai ke jalan raya. Zulfriadi, petugas SPBU Punggur, mengaku bahwa solar di tempatnya sudah tidak ada sejak Minggu (2/10) lalu.

"Sudah dua hari solar habis. Ini saja banyak yang antre. Tidak tahulah entah kenapa. Kami kan hanya pekerja, kalau masih ada ya kami isi," katanya.

Dwi, seorang supir truk PT Citra, kesal dengan situasi ini. Ia mengaku rugi karena ia tidak dapat bekerja. "Solar habis, bagaimana bisa kami beroperasi. Penghasilan kami berkurang karena kami sudah tidak dapat trip. Lagian kami sudah bosan di sini mulai tadi pagi. Kalau mau ke SPBU lain, minyak truk sudah tak cukup. Lagian SPBU yang lain pun katanya kosong solar," katanya.

Di SPBU Bandara, solar sudah habis sejak dua hari lalu. Sejumlah kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar yang sempat datang ke SPBU itu harus pulang dengan tangki kosong.

Eko, petugas SPBU Bandara, mengatakan premium pun sempat kosong sebelum akhirnya mobil Pertamina datang untuk mengisi. "Solar sudah dua hari tak masuk. Saya tidak tahu kenapa tak masuk. Banyak pelanggan yang pulang dengan kecewa," katanya.

Di SPBU Coco, Seiladi, Baloi, kondisinya juga begitu. Antrean mengular sampai ke depan kampus Universitas Internasional Batam. Menurut Manajer SPBU Coco, Bayhaqqi, antrean terjadi akibat pengiriman telat dan juga adanya pembatasan stok khusus untuk bahan bakar solar dari Pertamina.

"Hari Minggu tidak ada pengiriman, Senin (3/10), baru dikirim dan itu pun jumlahnya hanya 16 kiloliter saja. Kemungkinan hanya mampu bertahan sampai sore hari," katanya.

Selasa (4/10) hari ini, SPBU Seiladi tak mendapatkan pasokan solar. "Besoknya baru masuk. Pasti antreannya panjang," ujarnya.

Ia menambahkan, stok solar di seluruh SPBU di Batam dikirim sesuai per wilayah dan disesuaikan dengan kitir (jumlah) yang telah ditetapkan Pertamina. Jadi, kata Bayhaqqi, SPBU tidak bisa langsung melakukan penambahan jika stok habis dan antrean masih panjang.

"Jumlah kitir bahan bakar di SPBU sudah ditentukan, jadi tidak bisa lagi ada penambahan stok jika ada kekurangan baik di SPBU Coco dan saya rasa di SPBU lain juga demikian," katanya.

Di SPBU Harbour Bay, dan beberapa SPBU lainnya juga begitu. Bahkan di SPBU Seraya, papan pengumuman bertuliskan "Mohon Maaf Bahan Bakar Sedang Dalam Pengiriman" terlihat dipajang tepat di depan SPBU.

"Kalau begini tiap hari, bisa-bisa kena marah bos kami karena terlambat terus tiap hari. Syukur-syukur hari ini tidak terlalu parah antreannya, tapi kalau tiap hari ya tetap aja terlambat," kata Rusdi, seorang pengemudi truk.

Kondisi serupa terjadi di daerah Batuaji, Sagulung, dan Seibeduk. Pantauan Batam Pos, Senin (3/10), di bagian depan pintu masuk hampir semua SPBU memajang plang bertuliskan "Maaf, Solar Habis". Plang seperti ini terlihat di SPBU Pandan Wangi Mukakuning, SPBU Simpang Basecamp Batuaji, SPBU Tembesi, dan Simpang Tobing.

Di SPBU Simpang Basecamp, tak hanya solar yang habis. Premium pun habis. Akibatnya, pengelola SPBU menutup gerbang masuk dan keluar alias tutup total. Warga yang hendak mengisi bahan bakar terpaksa balik arah mencari SPBU lainnya yang masih buka.

Hanya satu SPBU yang terlihat masih buka, yakni di SPBU Genta 3 Batuaji. Bisa ditebak antrean mobil  yang hendak mengisi solar di SPBU itu mencapai 200 meter. "Biar lama antrenya, yang penting bisa dapat minyak. Yang susah itu besok pagi, kalau minyak kosong, gimana mau kerja," ujar Andi, salah satu supir truk di SPBU Genta 3. (cr15/cr7/eja/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar