Bawaslu mulai Pesimis Kinerja KPU

Bawaslu mulai Pesimis Kinerja KPU
Bawaslu mulai Pesimis Kinerja KPU
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyebut ada kekhawatiran jadwal penetapan hasil rekap suara nasional secara manual tak kelar hingga 9 Mei 2009, sesuai dengan amanat UU No 10 Tahun 2009. Kekhawatiran itu berdasarkan sejumlah permasalahan yang timbul. Bawaslu mencatat, setidaknya ada lima permasalahan umum dan kasuistis dalam rekapitulasi suara nasional secara manual.

"Silahkan saksi dari partai politik dan KPU sama-sama membawa data, lalu dibawa kesini (forum pleno), agar apa yang dipersoalkan bisa diselesaikan," ujar anggota Bawaslu Wahidah Suaib dalam forum pleno KPU, di Hotel Borobudur Jakarta, Senin siang (4/5). Pernyataan Wahidah itu terkait polemik dalam pembahasan suara nasional dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Pimpinan rapat yang juga anggota KPU Pusat Andi Nurpati, meminta para saksi parpol tidak hanya protes di forum, namun memberikan data otentik. Belum mendapatkan kesepakatan, pembahasan Sulawesi Tengah akhirnya diskorsing. "Setelah ini siap-siap Jawa Timur," lanjut Andi.

Bawaslu merilis, carut marut rekapitulasi yang sudah dimulai sejak 26 April 2009 itu, setidaknya disebabkan oleh tiga permasalahan umum dan dua permasalahan kasuistis. Permasalahan umum antara lain, ada intensi yang diperlihatkan bahwa KPU mempunyai kecenderungan mempercepat proses rekapitulasi perolehan suara, tetapi diduga dengan cara mengabaikan kecermatan, akurasi, dan mengabaikan berbagai keberatan saksi.

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyebut ada kekhawatiran jadwal penetapan hasil rekap suara nasional secara manual tak kelar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News