Bayar Renminbi, Kembalian Dolar

Oleh Dahlan Iskan

Bayar Renminbi, Kembalian Dolar
Dahlan Iskan di dalam kereta kereta bawah tanah di Pyongyang, Korea Utara. Foto: disway

Tidak mengesankan ini restoran di sebuah negara miskin. Jauh dari kesan ndeso. Bisa dibilang masuk kategori keren. Rasanya penampilan pelayan restoran kita pun kalah. Untuk sekelas itu.

Tidak pula terkesan ini sebuah restoran di negara komunis.

Dan harga makanan ini murah. Makan berempat hanya sekitar  Rp 200 ribu. Saya bayar dengan Renminbi. Satu lembar. Seratusan. Saya diminta menunggu uang kembalian.

Dia buka laci. Menyerahkan satu lembar kembalian. Ternyata lembaran Dolar Amerika. Satu Dolar. Bayar 100 Renminbi. Dapat kembalian 1 Dolar.

Naik taksi juga pakai Renminbi. Bayar telepon pakai Renminbi.

Yang naik taksi hampir pasti orang asing. Terlihat cukup banyak turis. Saya ketemu yang dari Rusia, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Singapura  dan terutama Tiongkok.

Rakyat setempat naik kendaraan umum: trem listrik. Bayarnya pakai Won.

Satu kali jalan hanya 5 Won. Itu tidak ada artinya sama sekali. Hanya sekitar Rp 75. Ulangi: tujuh puluh lima rupiah. Sekadar untuk terlihat rakyat juga bayar.

Di Pyongyang saya tidak merasakan rakyatnya dalam ketakutan. Bukan wajah yang tegang. Rasanya tidak akan lama lagi. Korut berubah total.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News