Bayi Mati di Indekos Mahasiswi Diduga Hasil Hubungan Gelap

Bayi Mati di Indekos Mahasiswi Diduga Hasil Hubungan Gelap
BAYI MALANG. Bayi laki-laki yang tewas di kos mahasiswi dibawa menuju ruang forensik RSUD AW Sjahranie untuk selanjutnya divisum. Foto: Prokal/JPNN

Saat itu FD terlihat lemah. Yunus dan Hasim bertambah curiga. Mereka lantas melapor ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Kelua.

FD terlihat semakin lemah karena diduga mengalami pendarahan usai melahirkan.

Dia dan bayinya lantas dilarikan ke RSUD AW Sjahranie. Belasan polisi dari Polsek Samarinda Ulu pun tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi melakukan penyelidikan, mencari informasi terkait tindakan FD yang melahirkan seorang diri, dan memastikan penyebab tewasnya sang bayi.

Kedatangan polisi beserta ketua RT menggemparkan penghuni indekos.

Tidak ada seorang pun penghuni indekos yang mengetahui FD melahirkan.

"Kamar saya bersebelahan. Saya tidak mendengar ada yang teriak atau suara tangis bayi," kata Sima, salah seorang penghuni kos sebagaimana dilansir laman Prokal, Minggu (13/1).

Polisi sendiri belum bisa memastikan apakah tindakan yang dilakukan FD adalah aborsi atau tidak.

Mahasiswi berinisial FD melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki di rumah indekosnya di Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kalimantan Timur

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News