BBM Naik, Pembangunan Mandek

BBM Naik, Pembangunan Mandek
BBM Naik, Pembangunan Mandek
Misalkan untuk satu sak semen tipe 1 dijual Rp53 ribu. Jika naiknya BBM tak berpengaruh terhadap bahan material, itu tak jadi persoalan. Yang jadi pertanyaan, sambungnya, bagaimana jika hal itu berdampak. “Kita harus menghitung ulang harga bahan material yang akan dipesan agar tidak menimbulkan kerugian dalam jumlah besar,” ungkapnya.

   

Namun, Gunawan mengaku, tetap menunggu seberapa besar pengaruhnya pada harga bahan baku pembangunan. Jika dampaknya cukup tinggi, ia akan berpikir ulang karena tak mau menderita kerugian akibat tak mampu memenuhi pasokan barang. “Daripada gulung tikar, lebih baik mundur dan cari proyek skala kecil dahulu untuk menyesuaikan dengan kenaikan barang,” tandasnya.

   

Ditemui di tempat terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor, Dadang Ruchaya menyarankan agar pengusaha jasa konstruksi sebaiknya memiliki stok persediaan bahan material untuk mengantisipasi kelonjakan harga.  “Untuk jaga-jaga saja kalau kenaikan bahan material dapat mengganggu proyek infrastruktur yang telah direncanakan sebelumnya,” katanya.

   

Dadang menambahkan, terkait adanya eskalasi kenaikan harga BBM perlu menunggu seberapa besar pengaruhnya terhadap proyek pembangunan. Jika masih wajar dan tidak ada pengaruhnya, terang dia, berarti tak ada yang perlu dikhawatirkan. “Kami tetap berharap agar hal itu tak mempengaruhi lelang tender yang akan dilakukan di tahun ini agar sejumlah proyek tak tertunda,” pungkas politisi PKS ini. (rur)

BOGOR – Warga Bogor jangan berharap banyak untuk secepatnya menikmati jalan yang mulus di Kota Bogor. Beberapa jalan yang aspalnya sudah mengelupas


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News