Bea Cukai Asistensi UMKM di Berbagai Daerah untuk Tingkatkan Ekspor

Bea Cukai Asistensi UMKM di Berbagai Daerah untuk Tingkatkan Ekspor
Bea Cukai melihat produksi madu hutan di Pangkal Pinang. Foto: Humas Bea Cukai

"Sebab, jarang orang yang mencari sehingga produsen harus menjual sidat ketika beratnya 250 sampai 400 gram. Lebih dari 400 gram dikirim ke Hongkong dan Vietnam untuk dibuat sup," jelas Firman.

Sementara itu, di Kebumen, Yuam Roasted Coffee adalah produsen kopi mulai dari penanaman bibit hingga produk jadi yang dapat dinikmati.

Melihat potensi pengembangan pemasaran produk tersebut ke luar negeri, Bea Cukai Cilacap berusaha menggali kendala yang dihadapi para pelaku usaha.

Misalnya, kapasitas produksi yang belum mencukupi karena ekspor produk minimal 10 ton.

"Kami berpesan agar pengusaha berkolaborasi, baik pengusaha sidat maupun kopi, untuk mewujudkan UMKM yang lebih maju dan berkembang hingga merambah pasar internasional, ujar Firman.

Bea Cukai Cilacap menyatakan siap memberikan asistensi ekspor.

Bea Cukai Pangkalpinang juga mengunjungi para pelaku usaha UMKM produk madu di Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkal Pinang dan Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam kesempatan tersebut, Bea Cukai menggandeng pos Pangkal Pinang untuk melihat proses produksi dan pengolahan madu hutan hingga menjadi produk yang siap dipasarkan.

Bea Cukai mengasistensi beberapa pelaku UMKM di berbagai daerah untuk bisa meningkatkan rasio ekspor

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News