Begini Cara BPBD DKI Jakarta Antisipasi Banjir Susulan

Begini Cara BPBD DKI Jakarta Antisipasi Banjir Susulan
Suasana Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/1). Volume air di Bendung Katulampa saat itu surut dengan ketinggian 60 cm. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengantisipasi banjir susulan di berbagai wilayah ibu kota.

”Untuk antisipasi banjir susulan dan juga karena info akan ada kiriman air dari Bogor, kami terus upayakan evakuasi di titik-titik banjir," kata Kepala BPBD DKI Jakarta Subejo, Rabu (1/1).

Selain itu, kata Subejo, mereka juga mempersiapkan dapur umum, tempat pengungsian, penyediaan kebutuhan dasar, termasuk mempersiapkan dokter, perawat dan obat-obatan.

”Kami juga meningkatkan sistem informasi pada warga yang berpotensi terdampak banjir secepatnya, dengan sistem Disaster Warning System (DWS) bahkan sejak status Siaga III, memberdayakan pengeras suara di lingkungan. Lalu aparat juga terus monitor situasi dan juga mempersiapkan pengungsian serta perahu karet didekatkan untuk keperluan evakuasi," ucapnya.

Untuk mengurangi ketinggian air, terutama di lokasi yang tidak bisa surut dengan sendirinya karena bentuknya cekungan dan tidak ada pompa stasioner, BPBD akan memberdayakan pompa mobile.

"Nanti di daerah yang enggak bisa surut dengan sendirinya karena cekungan itu tidak ada pompa stasioner, kami kirim pompa mobile," ucapnya.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengatakan saat ini Jakarta memiliki sekitar 300 unit pompa mobile yang disebar di lima wilayah kota selain pompa stasioner.

"Karena di masing-masing wilayah titik-titik genangan yang berbeda-beda,” kata Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf.

Untuk antisipasi banjir susulan dan juga karena info akan ada kiriman air dari Bogor, BPBD DKI Jakarta tetap siaga.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News