Begini Rasanya Memakai Baju APD Hazmat dan Menjadi Paskibraka, Dikelilingi Ratusan Pasien Covid-19

Begini Rasanya Memakai Baju APD Hazmat dan Menjadi Paskibraka, Dikelilingi Ratusan Pasien Covid-19
Upacara bendera, para paskibraka memakai baju hazmat. Foto: IG @ganjarpranowo

jpnn.com, BOYOLALI - Momentum upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 yang digelar di halaman Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Asrama Haji Donohudan Boyolali Selasa (17/8) menjadi kenangan tersendiri bagi para petugas Paskibraka.

Tugas mereka mengibarkan sang saka merah putih sangat berat hari ini. Selain bertanggung jawab dan memastikan merah putih berkibar, para paskibraka ini harus melawan panas dan beratnya pakaian hazmat yang dipakainya.

Enrica, salah satu dari tiga pasukan Paskibraka yang bertugas mengaku tak pernah menyangka, tugas yang diembannya itu begitu berat dan membuatnya kesusahan.

"Ini panas banget, berat juga. Enggak pernah terbayang bertugas mengibarkan bendera merah putih dengan pakaian seperti ini," kata Enrica usai bertugas. Napasnya tersengal, dan dia tampak kecapekan.

Saat mendaftar menjadi Paskibraka tingkat provinsi, siswa SMA dari Purworejo ini tak pernah menyangka akan tugas di RSDC Donohudan.

Dua hari sebelumnya, dia masih tahu bahwa tugasnya nanti di halaman kantor Gubernur Jateng di Semarang.

Namun ternyata, tugasnya dipindah ke RSDC Donohudan karena upacara bersama ratusan pasien Covid-19, dia harus memakai hazmat demi protokol kesehatan.

"Tapi dengan ini, saya jadi tahu gimana beratnya perjuangan tenaga medis kita. Mereka berjuang susah payah melawan Covid-19. Mereka menggunakan hazmat seperti ini tiap hari. Saya yang sebentar saja terasa kepanasan," ucapnya.

Selain bertanggung jawab dan memastikan merah putih berkibar, para paskibraka ini harus melawan panas dan beratnya pakaian hazmat yang dipakainya selama upacara bendera HUT Kemerdekaan RI