Rabu, 20 September 2017 – 20:00 WIB

Beginilah Kesibukan Para Pemburu Gerhana Matahari

Selasa, 16 Februari 2016 – 07:27 WIB
Beginilah Kesibukan Para Pemburu Gerhana Matahari - JPNN.COM

Kordinator kegiatan HAAJ Nurdiansyah (kanan) dan Eka Vikrrustiandini (kiri) saat berada di Planitarium, Jakarta, Sabtu (13/2/2016). FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

GERHANA matahari terjadi bulan depan, 9 Maret 2016. Pengamatan tidak hanya akan dilakukan di daratan. Tapi juga di bawah laut. NASA pun turut mengirim peneliti.   

M. HILMI SETIAWAN, Jakarta-ARISKI P. HADI, Surabaya 

MENDAPATI telepon seluler (ponsel)-nya ”hang” adalah rutinitas baru Madhonna Nur Aini. Tapi, pegiat komunitas astronomi Jejak Langit itu tidak hanya memaklumi. Bahkan mengaku gembira. 

”Itu berarti banyak yang antusias terhadap tawaran tur gerhana kami,” kata perempuan yang akrab disapa Donna tersebut.

Ya, sejak akhir Oktober lalu, lewat akun Twitter @infoAstronomy yang digawangi Donna bersama dua koleganya, Gigih Iqbal Fairuz dan Riza Miftah Muharram, mereka menawarkan tur pengamatan gerhana matahari total (GMT). Lokasinya adalah Pantai Burung Mandi, Belitung. 

Target mereka semula hanya 20 peserta. Tapi ternyata membengkak sampai 100. Bahkan, slot 20 peserta itu sudah habis dalam jarak tak sampai satu bulan sejak pendaftaran dibuka. Setelah sampai 100 pun, masih banyak yang berusaha mendaftar. ”Sampai capek nolak karena semua ngontaknya ke ponsel saya. Tapi, saya senang,” kata Donna. 

GMT itu akan terjadi selama sekitar dua menit pada 9 Maret dan hanya bisa dinikmati di Indonesia. Itu pun tidak di semua wilayah. Persisnya hanya di sebelas provinsi di Indonesia. Yaitu Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. 

Karena momen istimewa itulah, para ”pemburu gerhana”, baik berupa kelompok maupun perorangan, sejak jauh-jauh hari melakukan persiapan. Bentuknya pun beragam. Di lantai 2 Planetarium Jakarta pada Sabtu lalu (13/2), misalnya, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) menggelar workshop menjelang GMT yang diikuti sekitar 50 orang dari beragam usia dan latar belakang. 

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini