Beginilah TVRI

Oleh: Dahlan Iskan

Beginilah TVRI
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Kehebatan TVRI itu ternyata membuat Dewan Pengawas TVRI terkedip-kedip. Dewan Pengawas adalah semacam dewan komisaris di perusahaan.

TVRI memang bukan perusahaan --termasuk bukan perusahaan BUMN. Bukan pula Perum. Statusnya adalah 'lembaga penyiaran publik'.

Keberadaan TVRI --seperti juga  Radio Republik Indonesia, RRI-- mirip seperti BBC Inggris atau NHK-nya Jepang.

Anggaran belanjanya dari negara --dikoordinasikan oleh Sekretariat Negara. Karena itu kita semua tahu: anggaran itu pasti tidak cukup untuk membuat TVRI semaju stasiun TV swasta.

Karena itu TVRI juga boleh menerima iklan. Maksimum 15 persen dari jam tayangnya.

Mahal-murahnya iklan itu ditentukan oleh direksi. Hasilnya boleh untuk biaya operasional.

Mungkin saja kerjasama dengan Mola itu termasuk kerjasama iklan --setiap iklan yang masuk TVRI di Liga Inggris harus dibagi dengan Mola. Atau bukan seperti itu.

Bisa saja TVRI mengambil semua iklan itu. Tapi harus membayar siaran itu ke Mola --dengan diskon khusus. Toh tidak semua pertandingan boleh disiarkan TVRI.

Kok hebat banget TVRI. Tumben TVRI mampu menyiarkan Liga Inggris. Mengapa Mola memilih TVRI sebagai mitra kerja sama?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News