JPNN.com

Bekerja Untuk Firma Konsultan Pengelola Bantuan LN Australia, Julie Bishop Dituding Langgar Aturan

Selasa, 02 Juli 2019 – 18:00 WIB Bekerja Untuk Firma Konsultan Pengelola Bantuan LN Australia, Julie Bishop Dituding Langgar Aturan - JPNN.com

Setelah berhenti dari dunia politik, mantan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop dikabarkan telah ditunjuk sebagai dewan dari organisasi konsultan internasional yang menjadi pengelola terbesar dana bantuan luar negeri Australia. Posisi barunya ini menuai kritik tajam.

Pekerjaan baru Julie Bishop disorot:

  • Julie Bishop telah bergabung dengan dewan Palladium, yang memiliki kontrak kerja senilai lebih dari $ 500 juta dengan Departemen Luar Negeri
  • Penny Wong dari Partai Buruh mengatakan ini adalah pelanggaran standar menteri dan telah meminta kantor PM untuk bertindak
  • Julie Bishop mengatakan dia yakin dia telah mematuhi Pernyataan Standar Menteri

Julie Bishop adalah menteri luar negeri Australia yang memprivatisasi penyaluran bantuan luar negeri Australia dan kini dia bekerja untuk Palladium, salah satu konsultan internasional pengelola dana hibah yang tercatat sebagai penerima manfaat terbesar dari kebijakan privatisasi yang diteken Bishop tersebut.

Palladium sendiri diketahui memiliki kantor perwakilan di 75 negara di seluruh dunia dan dioperasikan dari 8 kantor strtegis diantaranya di Brisbane, Australia dan Jakarta.

Hal inilah yang kemudian memicu tudingan dari oposisi bahwa pekerjaan baru Julie Bishop itu melanggar aturan Standar Menteri yang berlaku di Australia.

"Ini adalah ujian integritas Perdana Menteri dan Scott Morrison harus bertindak." kata jurubicara urusan luar negeri Penny Wong kepada ABC.

Aturan yang diterbitkan oleh Perdana Menteri Australia mengenai Standar Menteri melarang mantan menteri untuk mengambil "keuntungan pribadi dari informasi dimana mereka sebagai Menteri memiliki akses terhadap informasi itu dan informasi itu umumnya tidak tersedia untuk umum".

"Palladium sendiri telah mengatakan bahwa Julie Bishop dipilih untuk menempati posisi itu dengan pertimbangan, antara lain karena jaringan kontak globalnya yang luas," katanya.

Sumber ABC Indonesia

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...