Sabtu, 19 Januari 2019 – 17:17 WIB

Belasan Mobil Nyangkut di Separator Margonda Depok

Senin, 20 November 2017 – 16:52 WIB
Belasan Mobil Nyangkut di Separator Margonda Depok - JPNN.COM

jpnn.com, DEPOK - Insiden mobil tersangkut di separator Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat sudah bukan hal yang aneh. Dalam sepekan terakhir, Radar Depok merangkum, belasan mobil nyangkut terutama di titik arah masuk (dari arah Jakarta) ke pusat Kota Depok.

Insiden bertambah menyusul adanya pengerjaan separator tambahan. Para pengendara mengeluh, minimnya rambu dalam proyek tersebut, menjadi salah satu penyebab musibah terjadi.

Dahlia (39), salah seorang pengendara mobil, warga Pancoranmas, yang setiap hari melintas di Jalan Margonda mengaku beberapa kali kendaraannya nyaris menyangkut di separator itu.

“Soalnya beberapa titik di ujung separator enggak kelihatan, apalagi kalau malam. Beberapa kali saya hampir nyangkut mulai dari yang di dekat FO UI, dekat JPO Kampus Gunadarma, di Mitra 10 juga di depan KFC,” kata dia.

Menurutnya, jika pengendara tidak pernah atau jarang melintas di Jalan Margonda akan terkejut dengan keberadaan median jalan itu, bisa tersangkut di separator. “Saya yang setiap hari melintas saja, hampir kena, apalagi yang jarang lewat. Ini kayak jebakan batman,” bebernya.

Pantauan Radar Depok, selain Rabu malam sekitar jam 20.00, Suzuki Ertiga B 1469 ZVJ nyangkut. Di hari yang sama mobl merek Toyota Avanza dan Inova juga nyangkut sekitar pukul 00.48.

Menimpali hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Gandara Budiana menuturkan akan segera meminimalisir. Pihaknya berencana memasang sejumlah rambu di dekat ujung separator. “Iya sudah kami rencanakan untuk memasang rambu atau penanda atau pemberitahuan di sana,” kata Gandara.

Dia menyatakan, pihaknya sedang mengkaji soal penempatan titik mana saja rambu atau penanda itu akan dipasang. Hal tersebut dilakukan mengingat dia menerima banyak keluhan dan laporan warga mengenai adanya kendaraan yang nyangkut di separator. “Kami evaluasi dan mencari cara untuk mengurangi kemungkinan kendaraan nyangkut di sana,” kata Gandara.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar