Benarkah Kita Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Untuk Cegah Infeksi COVID-19?

Benarkah Kita Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Untuk Cegah Infeksi COVID-19?
Seorang pakar penyakit infeksi menjelaskan bahwa hanya vaksinasi yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah serangan infeksi. (Pixabay: PDPics)

Sel-sel ini memantau lingkungan dan mencoba mengenali infeksi, kemudian melepaskan hormon kekebalan untuk menyiapkan sel-sel lain dari kemungkinan terinfeksi.

Lalu, garis pertahanan ketiga adalah sistem adaptif, yang membutuhkan beberapa hari untuk bekerja.

Pada tahap ketiga ini, sel darah putih seperti sel-T akan berusaha membunuh sel yang terinfeksi, dan sel-B akan menghasilkan antibodi yang dapat menetralisir virus atau melapisi mereka dengan zat sehingga mereka dapat dikenali oleh sel-T.

Yang jadi masalah dengan virus corona baru ini adalah kita tidak memiliki antibodi atau sistem kekebalan adaptif. Artinya, tidak ada garis pertahanan ketiga dalam tubuh kita.

Jika sistem kekebalan tidak dapat menghentikan replikasi virus, hal itu akan meningkatkan peradangan, terutama di paru-paru. Inilah yang menyebabkan viral pneumonia.

"Di sinilah pentingnya tubuh kita untuk tetap gesit. Dan yang tetap gesit dari sistem kekebalan kita adalah sistem bawaan."

Kenapa kekebalan sebagian orang lebih lemah?

Sistem kekebalan tubuh orang yang sangat tua dan orang yang sangat muda, diketahui lebih lemah daripada kebanyakan orang lain.

"Seiring bertambahnya usia, beberapa sel juga menua dan menjadi kurang gesit dalam kemampuan mereka untuk merespons infeksi," jelasnya.

'Panic buying' atau belanja secara berlebihan akibat kepanikan yang terjadi di Australia lebih fokus pada tisu toilet dan pembersih tangan

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News